Royal

oleh -27 views

Saya tinggal dua hari di rumahnya. Tentu saja, saya mendapat pelayanan istimewa. Bangun pagi, sarapan tersedia. Mau mandi, ada air hangat disediakan di ember. Padahal saya sebenarnya tidak butuh.

Saya berusaha mati-matian menolak kemewahan berlebihan itu. Namun dia tetap menyediakan untuk saya.

Hari kedua, saya kehabisan rokok. Saya perokok berat ketika itu. Saya manfaatkan kesempatan itu untuk menyelinap keluar dari rumahnya. Saya ke warung kopi yang agak jauh. Di sana, saya bertemu dengan pelanggan-pelanggan lain. Orang menyapa dan kami berkenalan. Dari obrolan di sana, baru saya tahu bahwa rumah besar tempat saya menginap itu bukan rumah mahasiswa saya. Itu rumah orang terkaya di kampung.

Baca Juga  Ini Momen Mbappe Kecil Trial di Madrid Dilatih Zidane

Kemudian, beberapa bulan kemudian, dari cerita kawannya yang satu kabupaten dan juga mantan mahasiswa saya, terdengar kabar bahwa segala kemewahan yang saya nikmati itu berasal dari utangan. Duh! Saya merasa berada posisi yang serba salah.

Semalam saya dipertontonkan link video gala dinner pertemuan World Water Forum ke 10. Media-media mengatakan bahwa makan malam tersebut spektakuler. Pertunjukan luar biasa. Juga kembang api. Salah satu komentar yang saya dengar mengatakan, “Kita menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang besar!”

No More Posts Available.

No more pages to load.