Royal

oleh -27 views

Sudah beberapa kali pesta-pesta mewah ini terlihat. Ada G20, pertemuan IMF, pertemuan ASEAN. Semua megah dan menunjukkan bangsa ini bangsa yang besar.

Melihat itu semua, entah mengapa mantan mahasiswa saya itulah yang muncul. Saya dengar dia tidak terlalu sukses. Dia bermasalah dengan keuangan. Dan, untuk saya, itu menambah beban karena saya adalah salah satu bagian dari kesulitannya. Mungkin.

Apakah kita semeriah dan semegah itu? Saya bukannya tidak suka dengan pesta-pesta semacam itu. Namun, saya juga melihat bahwa negara-negara lain, yang jauh lebih kayak dari kita tidak membuat pesta sebesar itu untuk para tamu — yang mungkin juga tidak pernah diperlakukan dengan kemurahhatian yang amat dalam itu.

Baca Juga  Thaher Hanubun Kantongi Rekomendasi PAN di Pilkada Maluku Tenggara 2024

Negara-negara yang lebih makmur membuat pesta-pesta rakyat. Mereka menghibur rakyatnya. Bukan menghibur para elit dengan uang yang dikutip dari kantong rakyatnya.

Kita sungguh royal dalam hal ini. Berpesta dan dansa dansi dengan uang yang kita tidak miliki. Menjamu tamu dengan kemegahan kelewat batas, dengan pikiran bahwa toh nanti pajak bisa dinaikkan? Darimana datangnya pikiran keblinger ini?

Refleksi ini menjadi kemarahan karena pihak yang berkuasa membubarkan pertemuan sampingan, People’s Water Forum, yang diorganisasi oleh masyarakat sipil. Penguasa memakai ormas yang bernama Patriot Garuda Nusantara (PGN) yang dibentuk oleh mantan Pangdam Udayana yang sekarang sangat berkuasa. Ormas yang tidak ada urusan apa-apa bisa membubarkan sebuah pertemuan — dengan intimidasi tentu saja.

No More Posts Available.

No more pages to load.