RR resmi mundur dari Wakil Ketua DDPRD Maluku

oleh -113 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Semenjak 28 Juni 2018 lalu, legislator pentolan Golkar Maluku, Richard Rahakbauw,SH, sudah memasukkan surat pengunduran dirinya sebagai Wakil Ketua DPRD Maluku.

Langkah legislator yang kerap dikenal dengan akronim RR itu, bukan hanya memenuhi kiasan gentleman dan politikus sejati, namun merupakan komitmen atas kekalahan paslon nomor urut 1 Said Assasgaff-Anderias Rentanubun (SANTUN) yang diusung DPD Golkar Maluku.

Hal ini dibenarkan Rahakbauw, tatkala berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Jumat (6/7).

”Pilkada Maluku sudah selesai, tinggal tahapan di KPU. Tapi, hampir dipastikan pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO) yang terpilih memimpin Maluku lima tahun kedepan. Karenanya sesuai janji dan komitmen, saya nyatakan mundur dari jabatan selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku,” ujarnya.

Dengan adanya surat pengunduran diri yang dimasukkannya, jelasnya, sudah seharusnya dilakukan pergantian Pimpinan DPRD Maluku, khususnya Wakil Ketua dari Fraksi Golkar.

Baca Juga  Amien Rais: Pemimpin Harus Siap Dikritik Jangan seperti Firaun!

Dimana, pergantian dimaksud ditujukan untuk melancarkan dan mempermudah tugas dan tanggung jawab anggota maupun Wakil Ketua DPRD itu sendiri.

”Saya berterima kasih kepada kader di 11 kabupaten dan kota, yang telah bekerja keras memenangkan pasangan SANTUN tetapi hasilnya berbeda juga para relawan telah berjuang. Seluruh kader pasti kecewa, tapi yakin dan percaya itu bukan akhir segalanya. Jangan berkecil hati,” jelasnya.

Menurutnya, jabatan merupakan titipan dan anugerah dari Tuhan untuk dijalankan sementara waktu, guna melihat kepentingan rakyat yang telah memilih dan mempercayakannya.

Karena itu, akunya, kata mundur dari jabatan sebenarnya tidak sulit dilakukan.

Meski demikian, tegasnya, langkah yang ditempuhnya ini merupakan tanggung jawab moral terhadap hasil pemilu yang tidak memuaskan.

Baca Juga  Aktifitas Tambang Pasir Ilegal di Kota Bitung Mulai Beroperasi

Di lain sisi, jelasnya, kekalahan di Kota Ambon, khususnya dari sisi perolehan suara, tidak serta merta menjadikan Golkar lemah, namun harus tetap bersatu.

”Inikan proses politik, jadi tergantung partai. Saya serahkan sepenuhnya kepada partai, terima pengunduran diri saya atau tidak. Karena mekanisme dan saya juga telah bersiap-siap tinggalkan rumah dinas,” tegasnya.

Berdasarkan hasil dimaksud, tambahnya, seluruh pendukung dan simpatisan SANTUN yang berada dalam wilayah Kota Ambon tidak seharusnya saling menyalahkan atau mengkambinghitamkan satu sama lain.

Namuan diharapkannya para pendukung dan simpatisan SANTUN selalu menyatukan hati, membulatkan tekad dalam kebersamaan, serta fokus menghadapi Pileg dan Pilpres tahun 2019 nanti.

”Kita harus berjiwa besar menerima kekalahan, tetapi juga berbicara dan perbuatan harus sama. Jangan katakan lain, bikin lain. Saya bukan tipe itu dan selaku senior harus menjadi contoh untuk kader partai dan politisi lainnya,” pungkasnya. (keket)