RSUD Morotai, Rumah Sakit Ketiga di Maluku Utara yang Manfaatkan Supply Chain Financing

oleh -87 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

Porostimur.com | Morotai: BPJS Kesehatan sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial terus melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan pelayanannya, tidak hanya untuk peserta tetapi juga untuk Fasilitas Kesehatan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan.

Salah satunya adalah dengan menggandeng Mitra Perbankan untuk mengembangkan produk perbankan untuk menjaga likuiditas Rumah Sakit tetap terjaga dengan baik.

Produk yang sedang dikembangkan saat ini adalah Program Supply Chain Financing (SCF), Program SCF merupakan program pembiayaan oleh bank yang khusus diberikan kepada faskes mitra BPJS Kesehatan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambilalihan invoice sebelum jatuh tempo pembayaran.

Link Banner

Pemanfaatan Program SCF di Kantor Cabang Ternate sendiri telah dimanfaatkan oleh 3 Rumah Sakit yaitu RSUD Chasan Boesoerie, RSUD Tobelo dan yang terbaru RSUD Morotai.

Baca Juga  Kapolda Maluku Pimpin Rapat Evaluasi Operasi Aman Nusa II Covid-19 & Operasi Keselamatan 2020

Menurut Direktur RSUD Morotai, Julys Giscard Kroons pihaknya sudah memanfaatkan Program SCF untuk klaim pelayanan Bulan Mei 2019, dengan adanya Program SCF dirasa sangat membantu rumah sakit dalam hal ini memastikan likuiditas keuangan rumah sakit, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terhambat karena operasional dapat berjalan dengan baik tanpa terkendala masalah keuangan.

“program SCF (Suply Chain Financing) ini sangat membantu rumah sakit dalam pembayaran klaim, karena Manajemen Rumah Sakit tidak lagi bergantung pada jadwal dan antrian pembayaran klaim di BPJS Kesehatan. Dengan hadirnya Program SCF ini bisa membantu mengatasi percepatan pembayaran klaim ke RSUD Morotai”, ungkap Julys, Kamis (21/8).

Direktur RSUD Morotai, Julys Giscard Kroons

Kepala Kabupaten Pulau Morotai, Tapril Jailani menerangkan bahwa pelayanan di rumah sakit tidak akan terganggu karena jadwal atau antrian pembayaran klaim, setelah diverifikasi oleh BPJS Kesehatan tagihan dapat langsung terbayarkan kepada Fasilitas Kesehatan.

Baca Juga  Dua Hari Usai Gempa, Tulehu Gelap Gulita

 “Sesuai dengan peraturan, BPJS Kesehatan wajib membayarkan tagihan klaim sejak 15 hari berkas klaim diterima secara lengkap, setelah diverifikasi mitra perbankan akan membayarkan jumlah tagihan tersebut kepada fasilitas kesehatan” terang Tapril.

Julys juga menambahkan untuk saat ini pasien yang datang berobat semuanya adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) karena Kabupaten Pulau Morotai sudah UHC dengan seluruh penduduknya telah terdaftar.

“Harapan kami tentu saja dengan adanya SCF ini dapat menjadi solusi yang paripurna dalam menjaga ritme operasional RSUD Morotai sehingga pada akhirnya peserta juga akan menerima layanan kesehatan yang prima”, tutur Julys menutup perbincangan (red/vonny)