Ihnat mengatakan bahwa enam dari sembilan rudal balistik yang diluncurkan ke Kyiv pada 24 Mei, Iskander-M dan KN-23, berhasil dicegat oleh pertahanan udara Ukraina.
“Dua pertiga adalah angka yang tinggi,” ujarnya. “Namun, kami tahu (Rusia) sedang meningkatkan kemampuan senjata balistiknya.”
Menurut Ihnat, rudal yang dimodifikasi kini dilengkapi dengan sistem radar-decoy dan menggunakan jalur terbang kuasi-balistik yang membuatnya lebih sulit dilacak dan dicegat menggunakan sistem Patriot, lapor surat kabar Ukraina; Kyiv Independent.
“Ini memang mempersulit (intersepsi), tetapi bukan berarti intersepsi menjadi mustahil,” tambahnya. “Saya rasa mitra kami sudah berupaya meningkatkan kemampuan sistem ini.”
“Penerbangan rudal balistik di sepanjang lintasan kuasi-balistik seperti itu—ketika rudal tidak hanya terbang dalam garis lurus seperti sedang jatuh, tetapi benar-benar melakukan manuver saat terbang—mempersulit sistem Patriot, yang menghitung titik intersepsi menggunakan perangkat lunak, untuk memprediksi secara tepat di mana rudal akan berada,” jelas Ihnat.
Dalam beberapa hari mendatang, Rusia juga dapat menempatkan umpan ini pada rudal balistik lainnya untuk meningkatkan kemampuan manuver dan efektivitasnya terhadap SAM Patriot.




