Rusli Habibie Minta Gubernur Maluku Utara Bantu Warga Gorontalo di Ternate

oleh -46 views
Link Banner

Porostimur.com | Gorontalo: Gubernur Gorontalo Rusli Habibie meminta bantuan Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba, untuk memberikan perhatian dan batuan kepada warga Gorontalo yang saat ini tingal di Ternate dan sekitarnya.

Hal tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti nasib 35 orang warga Gorontalo di Ternate yang tidak bisa mudik ke Gorontalo karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Permintaan itu disampaikan Gubernur Rusli, saat mengikuti halal bil halal dengan belasan pengurus Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) secara daring, Senin (25/5/2020).

Pengurus KKIG Ternate meminta agar Gubernur Rusli mengambil sikap terkait 35 warga Gorontalo yang saat ini tertahan di pelabuhan Ternate.

Link Banner

“Ini kalau saya izinkan (mudik), maka akan ada ribuan orang seperti itu akan melakukan hal yang sama. Mereka juga ingin pulang dan berlebaran di Gorontalo. Tidak bisa kita tampung, jadi tolong dipahami dan dimaknai sikap kami, sikap saya untuk melindungi masyarakat di Gorontalo. Tidak ada pilih kasih, berlaku untuk semua,” kata Rusli.

Baca Juga  Buka Manasik Haji, Kakankemenag Malra Pesan Tingkatkan Sholat Sebelum ke Baitullah

Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba memberikan solusi dan menyanggupi untuk memberikan bantuan makanan dan menyediakan tempat penampungan, hingga akhir masa PSBB di Gorontalo.

“Karena masih PSBB di Gorontalo, jadi kita tahan dulu. Hari ini saya tugaskan Sekda untuk cari penampungan dan membantu mereka. Segera dicari tempat hingga selesai PSBB. Kalau mereka mau pulang nanti pulang,” jelas Abdul Ghani melalui sambungan telepon.

Sebagaimana diketahui, 35 warga Gorontalo yang mengadu nasib di Ternate, Malut terlantar di pelabuhan setempat sejak 8 Mei lalu. Mereka tidak bisa mudik karena tidak ada pelayaran dengan rute Gorontalo sejak diterapkan PSBB 4 Mei lalu. Pemprov juga sedang menutup akses masuk darat, laut dan udara hingga PSBB tahap II berakhir 31 Mei 2020. 

Untuk diketahui, warga Gorontalo ini, sebelumnya bekerja di tambang rakyat di Desa Kusubibi, Bacan Barat, Halmahera Selatan (Halsel). Pada April kemarin, Bupati Halsel menginstruksikan yang bukan warga Halsel, agar meninggalkan lokasi tambang, untuk mencegah wabah virus corona. Akibatnya, warga Gorontalo yang bekerja di tambang tersebut harus pulang, meskipun tambang tetap beroperasi untuk warga Halsel.

Baca Juga  Pemkab Kepulauan Sula Segera Tangani Tanjakan Mantua

Karim bilang, selama ini, mereka dibantu oleh beberapa pihak untuk sekadar makan sehari-hari. Ada juga dari pihak kepolisian yang datang membantu, dan Paguyuban Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) di Ternate.

“Ada perhatian dari pemerintah Kota Ternate tapi yang berperan utama di sini dari KKIG, mereka sering membawa kita makanan juga,” ungkapnya.

Dikunjungi Ketua Fraksi Golkar DPRD Maluku Utara Muhammad Hasan Bay

Ketua Fraksi Golkar DPRD Maluku Utara Muhammad Hasan Bay, saat mengunjungi warga Gorontalo yang tertahan mengatakan, tiga hari lalu, ia mendapat kabar kalau warga Gorontalo yang tertahan ini sudah 12 hari tidur seadanya di Pelabuhan Ferry di bastiong lalu berpindah ke Pelabuhan Ahmad Yani dan tidur selama 9 hari di lokasi itu.

Melihat hal itu, Hasan Bay, pun membawa bantuan sembako bahkan kasur. Sebab ia melihat ada anak-anak yang tidur beralaskan terpal seadanya. “Meskipun tidak seberapa (bantuan yang diberi) namun mudah-mudahan bisa bermanfaat. Saya berharap kita semua di Ternate saling membantu. Mereka (warga Gorontalo) yang tertahan ini adalah saudara kita juga,” ujar Hasan Bay, yang juga sebagai calon Wali Kota Ternate.
Tempat tidur warga Gorontalo yang tertahan di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate. Foto: Faris Bobero/cermat

Baca Juga  Prajurit TNI dan Warga Dirikan Bak Penampung Air di Desa Tehoru

M. Hasan Bay pun berharap, Gubernur Gorontalo segera mengambil kebijakan untuk dapat meringankan beban agar warganya yang telantar di pelabuhan seperti sekarang ini.

Sebelumnya, kata M. Hasan Bay, warga Manado pun sempat tertahan dan tidur seadanya di pelabuhan Ternate. Namun, Gubernur Sulawesi Utara dapat mengambil tindakan secepatnya untuk memulangkan warganya.

“Maka itu, saya berharap, Gubernur Gorontalo, jika sudah buka (PSBB), dalam waktu dapat tolong diberangkatkan mereka dalam kesempatan yang pertama,” harap M. Hasan Bay. (red/rtm/kumparan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *