Saadiah Uluputty: Pala Banda Harus Dijaga Originalitasnya

oleh -85 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Saadiah Uluputty, S.T secara resmi membuka acara bimtek, kerjasama Kementrian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI kepada petani pala di Pulau Bandan, Desa Walang Spancibi, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, pekan lalu.

Dalam sambutannya, Uluputty mengatakan untuk mendukung merdeka ekspor, perlu memperbaiki kualitas dan mempersiapkan sumber daya sesuai dengan standar yang berlaku. Selain itu, untuk mengembangkan sumber daya manusia, memiliki kompetensi dan berjiwa kewirausahaan, penting juga diupgrading dari waktu ke waktu.

Anggota Fraksi PKS itu mengajak peserta bimtek untuk tetap menjaga pala banda karena sudah mendapatkan hak paten atas nama pala Banda dari Kemkumham.

Baca Juga  Belanda vs Republik Ceko; Ujian Sesungguhnya De Oranje

“Pala banda harus tetap terjaga originalitasnya apalagi sudah diakui dan ditetapkan Kemkumham dan mendapatkan Hak Paten atas nama pala banda. Pala banda yang menjadi endemik di Banda yang terkenal sejak zaman dahulu jangan samapai tinggal nama dalam catatan buku sejarah,” ujar Uluputty melalui keterangan tertulisnya, Selasa (23/11/2021).

“Pendampingan dan penyuluhan kepada petani menjadi hal yang penting dalam mengatasi berbagai isu yang menimpa komoditas rempah di Indonesia khususnya pala, dengan demikian mereka tahu bagaimana caranya merawat dan menjaga mutu tanaman pala dengan benar sehingga bisa menghindari serangan mikrotoksin atau alfatoksin, selain itu masyarakat juga bisa menciptakan olahan lain dari bawaan pala dari daun dan cangkang harus bisa diolah untuk usaha dan bisnis berskala rumah tangga,” imbuhnya.

Baca Juga  J Balvin Meminta Maaf Gara-Gara Video Musik ‘Perra’ Miliknya

Lanjut Uluputty, seperti diketahui kendati ekspor pala disebut terus meningkat, tetap saja isu mikrotoksin dan apfatoksin tetap menjadi faktor penghambat. Seperti yang pernah terjadi soal penolakan ekspor dan isu mikrotoksi dan alfatoksin menjadi salah satu pemicunya.

Uluputty juga mengucapkan terima kasih kepada rombongan Kementrian Pertanian, Balai Besar Penyuluhan dan Pembinaan Pertanian Lembang, Balai Karantina Kelas I Pertanian, Balai Besar Tanaman Pertanian Ambon, Balai Pengkajian dan Litbang Pertanian Maluku, Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dinas Pertanian Kab Maluku Tengah yang sudah membersamai dirinya ke Banda.

“Terima kasih juga kepada Bapak Camat Banda dan Kepala Desa Walang Spancibi yang sudah membersamai kami selama berada di Banda. Semoga menjadi amal kebaikan,” tutup Uluputty.

Baca Juga  Punya Potensi EBT Besar, Maluku Masih Terkendala Infrastruktur Jaringan

Peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan, terlihat dari banyaknya masukan dan catatan yang disampaikan.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Kepala Desa Walang Spanchibi dan Camat Banda, Camat Banda dalam sambutannya, ia sampaikan bahwa 3960 hektar tanaman pala di Banda Besar, masih soal status kepemilikan lahan pala, semoga dikembalikan ke masyarakat agar bisa leluasa mengelola perkebunan pala mereka.

“Masyarakat mengeluh dengan hama babi di Banda, mereka butuh alat pengering pala, solar driyer seperti yang sudah diberikan kepada petani,” kata Camat Banda. (akib)

No More Posts Available.

No more pages to load.