Sahuburua minta GMKI sebagai masyarakat hargai perbedaan

oleh -40 views
Link Banner

@Porostimur.com| Ambon : Perbedaan merupakan takdir yang harus dijunjung oleh setiap manusia. Bukan dijadikan sebagai sumber masalah. Ini penting, untuk menjaga kesatuan dan persatuan negara maupun Maluku secera khususnya.

Di sampaikan oleh Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua ketika menutup Internasional interfaith dialogue dan pertemuan senior GMKI nasional tahun 2017, Sabtu, (18/11) di kediamannya, Karang Panjang, Ambon.

Dalam sambutannya, Sahuburua ingatkan masyarakat Maluku, agar hidup saling menghargai antara satu dengan yang lain.

“Saya tegaskan kalau mau cari perdamaian datang saja ke Maluku. Kerana masyarakatnya sangat cinta damai. Bahkan Maluku dicanangkan sebagai laboratorium perdamaian. Untuk itu masyarakat juga diharapkan agar menghargai satu sama lain, dan menjunjung tinggi nilai perbedaan, agar melahirkan kehormanisian hidup ditengah masyarakat,” Ucap Sahuburua.

Pada kesempatan yang sama, Sahuburua juga ingatkan kader mudah GMKI Maluku, agar selalu membangun komunikasi dan menjalin kerja sama antar organisasi.

“Baik GMNI PMKRI HMI Muhammadiyah PMII KAMMI dan sebagainya, ini penting untuk menjaga silaturahmi, dan keharmonisan generasi muda demi mewujudkan ketahanan negara, terutama di Maluku”,

Baca Juga  Secangkir Kopi Harapan

Sahuburua akui kegiatan International interfatih Dialogue saat menghadirkan beberapa delegasi dari berbagai negara adalah kehormatan tersendiri Karena Kota Ambon dipercayakan sebagai tuan rumah. paling tidak ada kesan baik setelah peserta tersebut kembali ke negaranya. Sudah mengetahui sepak terjang keunikan di Maluku, terlebih khusus Kota Ambon.

“ Selaku pemerintah daerah, saya ucapkan banyak terima kasih, atas terselenggarannya kegiatan ini, karena Ambon dipercayakan sebagai tuan rumah. Tentu ini suatu kebanggan tersendiri bagi kami. Karena tidak hanya sekedar ceremonial saja, tetapi ada pesan kedamaian yang menggungah kita untuk selalu menjaga toleransi umat beragama untuk Indonesia, dan juga internasional,” Ucap Sahuburua.

Terlepas itu, Mantan Ketua Sinode GPM, Jhon Ruhulesin katakan peningkatan rasa toleransi antara umat beragama sangat penting untuk menjaga keutuhan negara dan bangsa dari ancaman Radikalisme dan terorisme.

Baca Juga  Cara Unik PPSWPA-SALAM Tual Peringati Sumpah Pemuda

Menurutnya, dua faktor ini tidak hanya dikaitkan dengan masalah agama, tetapi masalah ekonomi sosial dan lainnya juga sangat berpengaruh. Sehingga, harus ada perhatian bersama dalam membangun peradaban dunia yang lebih baik kedepan.

Indonesia sendiri kata Ruhulesin, dalam Pasal 29 UU Dasar Negara Kesatuan Repoblik indonesia (NKRI) telah menjamin kebebasan beragama. Untuk itu, apapun agama yang ada di negara ini, dalam kehidupan dan interaksinya harus mengedepankan asas Pancasila dan UU tahun 1945 untuk menjaga keutuhan negara.

“ Indonesia adalah negara yang majemuk, karena banyak masyarakatnya terlahir dari latar belakang, suku Agama adat budaya serta Bahasa yang berbeda-beda, tetapi sampai saat ini kenapa kita masih bersatu, karena toleransi tadi, yang selalu diperkuat. Ini yang terpenting bagi kita dalam konteks majemuk,” jelas Ruhulesin saat menjadi Narasumber di kegiatan Diskusi International interfatih dan Dialogue yang berlangsung di Ganzalo, Kopertis, Sabtu (18/11),

Baca Juga  Bongky Bangkitkan Lagi Garuda Pancabora Bersama Smailing Jendral

Ruhulessin pula akui toleransi antara umat beragama sangat diperlukan untuk mewujudkan kehidupan yang Aman Damai dan sejahterah, melalui ikatan persaudaraan. Karena untuk Maluku sendiri, dikenal dengan Istilah Pela dan Gandong, yang didalamnya terdapat dua komunitas agama, islam dan kristen atau sebaliknya.

Namun sebutan ini Pela atau gandong, tidak hanya dimenifestasikan sebagai simbol abadi untuk ikatan persaudaraan saja, tetapi dalam realisasinya kedua komuntas ini selalu, memperkuat relasi sosialnya menjadi lebih baik. Tentu dengan contoh ini, merupakan cerminan betapa pentingnya kehidupan bersaudara dengan orang dari latar belakang Agama suku yang berbeda.

“ Ikatan seperti ini yang harus dijaga. Karena untuk menjaga kehidupan yang aman dan damai, tolernasi harus dikedepankan. Ini yang harus diingatkan bagi generasi kita di era global sekarang ini, jangan sampai mereka terlena, hingga lupa akan toleransi antara Agama,” Jelasnya. (Amy Latuny)