Sakit, Perempuan di Pulau Seram ini Ditandu 32 KM

oleh -40 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Anita Lesiela (19), seorang perempuan asal desa Hukukecil, Kec Elpaputih, Kab SBB gotong ditandu pihak keluarga sejauh 32 kilometer, Kamis (15/1/2021) kemarin.

Ia ditandu menggunakan bambu dan sarung menembus hutan belantara, sungai. Sebab, tidak ada mobil ambulans maupun angkutan umum dari dan ke desanya.

Tandu atau usungan ini menjadi salah satu alternatif warga mengevakuasi orang sakit ke pusat-pusat pelayanan kesehatan terdekat. Apalagi jika kondisi jalan rusak dan sulitnya transportasi.

Armis, salah satu kerabat mengatakan, Anita bekerja sebagai salah satu karyawan di Manado, Sulawessi Utara. Karena terlanjur sakit parah, ia dipulangkan pihak keluarga.

Tiba di SBB, Anita ditandu menuju kampung halamannya dengan berjalan kaki sejauh 32 kilometer.

Baca Juga  Pengungsi Gempa Maluku Meningkat Karena Ada Hoax

Kondisi jalan rusak, akses transportasi, minimnya layanan kesehatan, pendidikan tak hanya dialami warga Hukukecil. Jejeran lima desa lainnya masih mengalami kondisi serupa.

Informasi ini pertama kali diposting oleh nitizen bernama Ancha Sapsuha Tunny Laturissa di akun facebok miliknya.

Postingan Ancha ini dibagikan sebanyak 69 kali dan mendapat 53 beragam komentar dari warganet.

Nitizen bernama Raka Wira Senapati menulis komentar “Sio kasian saudarikueee😥😥😥, penderitaanmu katong jg ikut terharu, semoga cepat sembuh dan bisa beraktivitas kembali.
Semoga pemerintah segera membuka akses jln yg layak dan bisa dilalui transport mobil sampai ke pelosok negri
“.

Nitizen lain dengan nama akun Ira Patty Tuasikal menulis “Sudah 20 thn berlalu ..blm ada tanda2 perubahan masih seperti tmn2 kita semasa putih biru…😢😢😢😢”.

Baca Juga  Pengamat: Jika Shell Hengkang Dari Masela, Penggantinya Harus Perusahaan Migas Jumbo

Sedangkan warganet bernama Ampi Matatemy berkomentar “Ini tanggung jawab bersama…DPR asal Maluku di senayan yang katanya membaya aspirasi rakyatnya dimana…….jgn bisa kesalahan di berikan kpn pemerintah daerah saja…sedangkan anggaranya di bahas secara nasional di Senayan sana…..🙏🙏🙏🙏klw TDK punya pengaru mendingan berhenti…. (red)