Sampah menumpuk di Jakarta, Anies pusing

oleh -109 views
Link Banner

@Porostimur.com | Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengeluhkan, ada sekitar 7 ribu ton sampah per harinya yang menumpuk di Bantar Gebang, masih menjadi masalah terbesar di ibu kota.

“Salah satu masalah terbesar adalah pengelolaan residu/sampah, Jakarta ini salah satu produsen sampah terbesar. Maka dari itu pembangkit listrik tenaga sampah Insyaallah akan jadi ikhtiar kita memotong suplai sampah ke bantar gebang,” terang Anies dalam sambutannya di Auditorium Gedung BPPT, Rabu (20/12/2017).

Menurut dia, untuk menyelesaikan permasalahan itu, Pemprov DKI Jakarta harus bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Kerjasama ini untuk membangun Pilot Project Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPST Bantar Gebang.

Penerapan teknologi ini disambut baik oleh Anies Baswedan, karena memang pengelolaan sampah menjadi permasalahan yang harus segera dicarikan solusinya. Apalagi untuk memutus suplai sampah ke Bantar Gebang.

Baca Juga  5 KDrama yang Cocok Ditonton saat Kamu Merasa Tak Dicintai

Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, teknologi ini harus dapat memutus suplai sampah sehingga listrik yang nanti dihasilkan adalah bonus.

“Bagi kami akumulasi dapat dihilangkan itu yang terpenting melalui pola pengelolaan yang baik, dan apabila listriknya kami anggap sebagai bonus,” ujar Anies Baswedan.

Kemudian dia menginginkan, pengelolaan sampah harus dikelola secara lokal, yakni mulai dari sampah rumah tangga dan diri sendiri.

“Kita ingin rakyatnya terlibat pengelolaan sampah, sudah saatnya kita pikirkan tentang pengelolaan di tingkat sub kota. Sehingga tak harus diangkut ke lokasi tapi bisa diolah secara lokal,” tuturnya.

Ia juga mengusulkan, jika nanti teknologi pengelolaan sampah menjadi tenaga listrik, supaya dibuka secara umum sehingga siapapun dapat melihat prosesnya.

Baca Juga  Korban Tewas Jadi 39 Orang. Polisi Buru Penyeber Hoaks Gempa Ambon

“Saya usul visitor bisa melihat proses pengelolaan sampah, agar pertama memahami ujung dari sampah yang dibuang, kedua membuat kita bangga atas teknologi dan fasilitas pengelolaan sampah yang dimiliki negeri ini,” pungkasnya. (web-rp)