Satgas Yonarmed 9 Kostrad Berhasil Memperoleh Senjata Organik di Wilayah Maluku Utara

oleh -35 views
Link Banner

Porostimur.com | Tobelo: Satgas Yonarmed 9 Kostrad yang saat ini sedang melaksanakan Operasi Pengamanan Daerah Rawan di wilayah Maluku Utara telah berhasil memperoleh tiga pucuk senjata organik dari masyarakat Maluku Utara.

Hal tersebut dijelaskan oleh Komandan Satgas Mayor Arm Andi Achmad Afandi, S.Sos., M.Si. dalam rilis resminya yang dikeluarkan di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.

Pada rilis yang diterima redaksi Porostimur.com, Sabtu (12/9/2020) tersebut, Dansatgas menjelaskan bahwa jajarannya telah berhasil memperoleh tiga pucuk senjata organic.

Senjata tersebut berasal dari Pos Wayabula dan Pos Dukono yang berada di SSK I serta Pos Koki SSK II yang berlokasi di Desa Dum-dum.

Link Banner

Senjata pertama berhasil diperoleh oleh Pos Wayabula berupa Senjata Mesin Berat yang didapatkan dari salah satu warga Desa Aru Irian, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Morotai.

Baca Juga  Band Legendaris God Bless, Diabadikan Dalam Perangko Seri Musisi Ternama Indonesia

Senjata kedua diperoleh oleh Pos Dukono berupa senjata laras panjang jenis Arisaka dengan kaliber 6,5 mm dari salah satu warga di Desa Ori, Kecamatan Galela Selatan, Kabupaten Halmahera Utara.

Senjata ketiga berhasil diperoleh oleh Pos Koki Dum-dum SSK II berupa senjata laras Panjang  jenis Arisaka dengan kaliber 6,5 mm.

Ketiga senjata tersebut setelah dilaporkan kepada Komando atas selanjutnya diserahkan kepada Pos Kotis Satgas Yonarmed 9 Kostrad yang berada di Tobelo.

Perolehan senjata ini merupakan salah satu faktor keberhasilan pembinaan teritorial Satgas Yonarmed 9 Kostrad kepada masyarakat di wilayah Maluku Utara.

Satgas Yonarmed 9 Kostrad selalu berupaya sebaik mungkin untuk selalu memberikan yang terbaik pada pelaksanaan operasi ini.

Baca Juga  8 Pendaki Himalaya Ditemukan Tewas. Video Terakhirnya Bikin Sedih

Ketiga senjata tersebut merupakan hasil pembinaan teritorial personel Satgas Yonarmed 9 Kostrad kepada masyarakat Maluku Utara.

“Senjata ini merupakan bukti dari pembinaan teritorial yang berhasil dilaksanakan oleh personel Satgas Yonarmed  9 Kostrad”, terang Komandan Satgas. (red)