Satgas Yonarmed 9/Kostrad Terima Lima Senpi Ilegal dari Warga Maluku Utara

oleh -92 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Buah manis dari hubungan baik dengan rakyat dan bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Satgas Yonarmed 9/Kostrad menerima lima senjata api (Senpi) rakitan yang diserahkan secara sukarela oleh warga Maluku Utara.

Dansatgas Yonarmed 9/Kostrad, Mayor Arm Andi Achmad Afandi, mengungkapkan bahwa di tengah wabah Covid-19 atau Virus Corona, jajarannya tak pernah berhenti melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial dengan rutin silaturahmi dan anjangsana kepada warga di wilayah penugasan, yakni Maluku Utara.

Menurut Andi, kerja keras itu pun tak sia-sia. Pasalnya, Satgas berhasil memperoleh Senpi rakitan yang diserahkan secara sukarela oleh warga. Lebih lanjut, Andi mengatakan, lima pucuk Senpi rakitan itu berkaliber 5,56 mm dan 7,62 mm.

“Senjata tersebut diterima dari lima warga desa yang berada di sekitar Pos 1 Dama Desa Dama Kecamatan Loloda Kepulauan, Pos Kalan Toboko Kelurahan Toboko Kecamatan Ternate Selatan, Pos 2 Soatobaru SSK I Desa Soatobaru Kecamatan Galela Barat, Pos 6 Sangowo SSK I Kecamatan Morotai Timur dan Pos Koki SSK IV Desa Dofa Kecamatan Mangoli Barat,” ungkapnya melansir akurat.co, Rabu (3/6/2020).

Link Banner

Selanjutnya, Satgas menyerahkan Senpi tersebut ke Pos Kotis Satgas yang berada di Tobelo. Andy mengatakan, dari keterangan pihak yang menyerahkan senjata, menyatakan bahwa senjata tersebut disimpan dengan tujuan untuk menjaga keluarga mereka jika terjadi kerusuhan seperti pada 1999 sampai dengan 2001 silam.

Baca Juga  Tuntut Kebebasan Pers, Prancis Diguncang Puluhan Ribu Demonstran

“Berkat pembinaan teritorial dan kedekatan dengan warga inilah mendorong mereka untuk menyerahkannya secara sukarela kepada kita. Ini juga membuktikan bahwa masyarakat di wilayah Maluku Utara mencintai NKRI dan cinta damai,” katanya.

Di tempat terpisah, Komandan Kolakops Brigjen TNI Sopamena, menyampaikan bahwa kehadiran Satgas diharapkan dapat mengurangi jumlah penyebaran Senpi ilegal yang berada di masyarakat.

“Dengan berkurangnya penyebaran senjata api, kita harapkan dapat meningkatkan keamanan yang berada di wilayah Maluku Utara,” ujarnya. (red/rtm/akurat)