Satres Narkoba Polres Ambon upayakan penuntasan 30 kasus

oleh -62 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Total kasus yang ditangani Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease dalam interval 2018 ini sebanyak 30 kasus.

Namun dari total tersebut, sebanyak 16 kasus dengan 17 tersangka sedangkan diupayakan penuntasan berkasnya dalam kurun Januari hingga Maret 2018.

Hal ini dibenarkan Kepala Satres (Kastres) narkoba Polres P. Ambon dan Pp.Lease, Alex Kamali, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Jumat (16/3).

Menurutnya, untuk tahap II atau pelimpahan sebanyak 4 laporan polisi (LP), tahap I sebanyak 4 kasus sedangkan sisanya masih dalam tahap penyidikan.

Link Banner

”Dari jumlah kasus yang ditangani ini, total barang bukti yang berhasil diamankan antara lain shabu ada 65, sedangkan untuk ganja 799 atau hampir satu kilo,” ujarnya.

Baca Juga  Bank Indonesia Patahkan Harapan Jokowi Soal Pertumbuhan Ekonomi

Dalam penanganannya, akunya, para pelaku hampir seluruhnya merupakan perantara pengedar.

Selain itu, untuk ancaman pidana kepada masing-masing tersangka juga berbeda-beda.

Begitupun para tersangka yang berhasil diamankan pihaknya, jelasnya, merupakan orang dewasa denan latar belakang profesi yang berbeda-beda, dari penganguran hingga tenaga honorer sekalipun.

Dimana, ada tersangka yang diancam pidana 4 hingga 5 tahun, namun ada juga yang diancam hukuman maksimal berupa hukuman mati.

”Rata-rata perantara pengedar. Hukumannya berbeda-beda dari 5 tahun. Minimal 5 tahun, ada 4 tahun. Ada sampai hukuman mati maksimalnya. Rata-rata yang ditangkap itu dewasa. Ada yang tidak punya pekerjaan, ada tukang ojek, salah satunya honorer,” jelasnya.

Khusus bagi tersangka yang merupakan tenaga honorer, Kamali tidak bersedia menyebutkan instansi dimana yang bersangkutan mengabdi.

Baca Juga  Siklon Tropis Kammuri Picu Gelombang Tinggi di Pulau Buru

”Awalnya kita tahu siapa dia, setelah kita tahu siapa dia, yang bersangkutan ternyata honorer.

Ternyata memakai sabu, sementara ditahan dan diproses. Ancaman hukuman minimal 4 tahun, maksimal hukuman mati. Kalau barang, sementara yang bersangkutan terima dari temannya yang di Ambon. Jadi sementara yang kita kejar, asal dari barang tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, masuknya barang haram dimaksud ke Kota Ambon sebagian besar datang dari Makassar dan Jakarta, dengan menggunakan berbagai modus.

Meski demikian, tambahnya, pihaknya tetap melakukan poengejaran kepada kurir maupun pengedar barang haram tersebut, terlebih sudah mengantongi identitas para pelaku.

”Rata-rata yang masuk ke Ambon dari Ujung Pandang, yang kedua dari Jakarta. Itupun masuk ke Ambon melalui ekspedisi ada, ada yang mereka bawa langsung, ada juga melalui kapal laut. Sementara ini masih dalam proses pengejaran, informasi sementara melarikan diri tapi kita sedang berupaya untuk itu,” pungkasnya. (keket)