Satu Lagi Warga Ambon Positif Covid-19 Berdasarkan Rapid Test

oleh -1.778 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Satu lagi warga Ambon dinyatakan positif Covid-19 setelah melalui pemeriksaan rapid test. Pasien berjenis kelamin perempuan berusia 74 tahun itu, kini tengah menjalani isolasi di RST Latumeten Ambon.

“Hari ini satu positif, berdasarkan test rapid,” kata Ketua Gugus pencegahan dan penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang.

Speciment pasien ini sudah dikirim lagi ke Jakarta kemarin untuk menjalani test PCR.

Menurut Kasrul, mekanisme testnya dilakukan dua kali. Test PCR dua kali. Sementara rapid test satu kali, Mika pasien positif akan dilanjutkan dengan test PCR. “Jadi langsung test PCR. Mudah-mudahan negatif,” kata Kasrul.

Diketahui pasien tersebut tiba dari Makassar pada 14 Maret 2020 lalu.

Baca Juga  Soal Perpanjangan Waktu Vaksinasi Tahap II, Pemkot Ambon Tunggu Arahan Pusat

Yang bersangkutan merupakan warga Kota Ambon dan hanya lakukan perjalanan ke Makassar. Setelah tiba di Ambon, pasien tersebut mengeluh lemas-lemas dan tidak menunjukan gejala umum covid-19.

Karena yang bersangkutan tetap merasa lemas serta tidak ada perubahan maka pada tanggal 30 Maret dokter menyarankan agar dilakukan test menggunakan rapid test.

Kasrul menjelaskan, secara medik hasil rapid test harus menunggu hasil spesimen yang dikeluarkan Labkes DKI Jakarta.

“Hasil test itu harus dikonfirmasi dengan PCR, sejauh ini pasien tersebut diberlakukan sebagaimana pasien positif sambil menunggu hasil sampel,” kata Selang.

Dari hasil tracing, wanita ini pada tanggal 14 Maret lalu baru saja dari Makassar, Sulawesi Selatan. Masa isolasi mandirinya juga sudah lewat, dan tidak menunjukkan gejala sakit. Namun beberapa hari lalu dia merasa lemas.

Baca Juga  Prodi Perikanan STP Labuha, Gelar Musyawarah Besar Ke-l Sibela Diving Club

Terkait rencana tracing atau jejak kontak dia, belum dilakukan. Namun langkah isolasi mandiri akan menjadi opsi sambil menunggu hasil PCR. “Jadi belum tracing,” kata Kasrul.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. M. Pontoh menegaskan jika tingkat keakuratan Rapid Test tersebut hanya 80 persen.

“Bisa positif palsu atau negatif palsu, kalau pemeriksaan spesimen di Labkes keakuratannya mencapai lebih dari 92 persen,” tegasnya.

Sebelumnya satu orang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan. Pasien 01 ini berasal dari Bekasi, Jawa Barat. Setelah sembuh, bersama 14 rekannya sudah dikirim kembali ke Bekasi. Sementara PDP tercatat 12 orang PDP. (keket)