Satu Matahari, Animasi Musikal Tragedi Indonesia-Timor Leste

oleh -50 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Studio kreatif Toma & Kako memproduksi animasi musikal bertajuk Satu Matahari yang mengangkat tema isu tragedi kemanusiaan antara Indonesia dan Timor Leste.

Berdasarkan siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Toma & Kako membuat animasi musikal ini dari kisah serta doa anak-anak Timor Leste yang diculik selama invasi Indonesia pada masa lalu. Mereka kerap disebut “stolen children of Timor Leste.”

“Doa ini adalah manifestasi dari perjuangan selama hidup mereka agar tidak berhenti berharap akan datangnya hari baik untuk mereka bisa kembali pulang ke tanah kelahirannya dan bertemu sanak saudara,” demikian pernyataan Toma Kako, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (24/7/2020).

Baca Juga  Gus Sholah Meninggal Dunia Setelah Dikabarkan Kritis

Mengacu pada video yang diunggah melalui YouTube, video ini dibuat dengan konsep stop motion. Namun, ada beberapa yang menggunakan teknik proyeksi video.

Dalam animasi, terlihat sejumlah anak kecil sedang berkumpul di suatu tempat dengan pohon yang rindang. Setelah itu, sejumlah tentara bersenjata datang menculik anak-anak tersebut.

Pada beberapa bagian animasi ini terdapat tulisan yang menjelaskan inti cerita. Isu yang diangkat beragam, mulai dari soal adopsi paksa anak hingga bocah yang diperdaya sejak usia dini.

Disinggung pula masalah hanya sedikit dari ribuan anak yang berhasil pulang ke kampung halaman mereka di Timor Leste.

Untuk mendukung proyek ini, Toma & Kako menggandeng sejumlah musisi guna mengisi musik dan lagu dalam Satu Matahari, di antaranya Dadang Pranoto (Dialog Dini Hari), Haikal Azizi (Sigmun), Bilal Indrajaya, dan Christabel Annora.

Baca Juga  Dianggap Hina Gubernur Maluku di Facebook, Bahta Gibri Sangaji Dilaporkan Ke Polda

Sejumlah musisi tersebut menyanyikan lagu dengan lirik bahasa Indonesia. Namun, ada beberapa bagian yang berisikan lirik tetun, bahasa resmi Timor Leste yang sangat terpengaruh bahasa Portugis.

Animasi musikal ini merupakan bagian dari program Humanity Youth Festival 2020 gagasan organisasi Asia Justice and Rights (AJAR). Program ini dibuat untuk mendorong pemenuhan hak bagi penyintas hak asasi manusia.

Animasi musikal Satu Matahari sendiri disutradarai dan ditulis oleh Dian Tamara. Animasi ini akan dipamerkan secara virtual dalam situs Humanity Youth Asia mulai 12 Juli hingga 12 Agustus mendatang. (red/rtm/CNN)