Satu PDP di Kabupaten Buru Meninggal Dunia

oleh -272 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Seorang lansia 70 tahun berstatus PDP asal kabupaten buru meninggal dunia di rumah sakit umum kota Namlea.

Pasien dalam pengawasan berinisial AS meninggal dirumah sakit pada rabu (13/5/2020). Usai dinyatakan meninggal, jenazah AS kemudian di pemulasaraan oleh pihak RSU, dan selanjutnya di serahkan ke tim covid kabupaten untuk di makamkan di tempat pemakaman umum jikubesar.

Proses pemakaman dilakukan pada rabu sore di bantu oleh anggota TNI polri dan berlangsung lancar.

Berdasarkan keterangan dari juru bicara gusti covid-19 kabupaten buru, yuliani rahim menjelaskan. Sebelum ditetapkan sebagai PDP, AS yang sudah memasuki usia 70 tahun ini sempat dilarikan ke ruang UGD RSU Namlea akibat demam dan sesak nafas. AS bahkan sempat dirawat di bangsal kelas sebelum akhirnya di lakukan rapid tes dan hasilnya reaktif

“Jadi waktu pertama masuk ke RSU, AS ini di tangani diruang UGD karena sakit demam dan sesak nafas. Sempat juga masuk di bangsal kelas. Dan setelah beberapa hari kondisi pasien semakin memburuk jadi tim melakukan tes rapid terhadap AS dan hasilnya ternyata reaktif. Oleh karena itu, AS kemudian di tetapkan sebagai PDP dan segera di pindahkan ke ruang isolasi yang ada di RSU” Jelas nani.

Baca Juga  Gelar Rakor dan Musra, PDI Perjuangan Airtembaga Komit Dukung Mantiri di Pilkada Kota Bitung

Untuk memastikan RSU Namlea steril. Nani menambahkan bahwa pihaknya berupaya melakukan tes rapid masal terhadap 92 tenaga medis yang berada di RSU Namlea, tes akan dilakukan secara berkala.

” Iya. Memang dari awal penangan AS, para tenaga medis sudah lebih dulu mengantisipasi kemungkinan adanya penyebaran virus.dengan menggunakan apd saat berinteraksi dengan pasien, namun tetap untuk memastikan dan lebih waspada. Tim kami harus melakukan tes rapid terhadap para tenaga medis di sana. Ini sebagai langkah pencegahan saja. ” Kata nani

Sedangkan untuk keluarga jenazah. Tim sudah melakukan tes rapid terhadap belasan orang yang masuk dalam data tracking kontak langsung dengan jenazah, dari belasan orang tersebut, 4 diantaranya reaktif rapid tes. Termasuk seorang balita yang merupakan cucu AS. sedangkan 3 lainnya adalah istri korban. Anak dan suami dari anak AS.

Baca Juga  Gempa M 5.0 Guncang Seram Bagian Barat Maluku Dini Hari Tadi

Keempat orang reaktif rapid tes dari keluarga AS kini telah menjalani karantina oleh tim covid kabupaten. (ima)