Pelaku Penikaman Bob dan Castro Serahkan Diri ke Polresta Ambon

oleh -202 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Satu orang pelaku penikaman yang menyebabkan Bobi Renharlalaar, pemuda Batugantung Ganemo meninggal dunia dan rekannya Cristo Kamareng terluka, menyerahkan diri ke Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kamis (12/12).

Sedangkan dua pelaku lainnya yang telah diketahui indentitasnya itu, masih buron sampai saat ini dan sementara dalam pengejaran aparat kepolisian.

Remains berusia16 tahun ini diantarkan oleh kedua orang tuanya ke Mapolresta di Kawasan Parigi Lima.

Dari hasil pemeriksaan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan oleh tim penyidik kepolisian, RH kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

“Saat ini pelaku berinisial RH telah diamankan. Yang bersangkutan diantar kedua orang tuanya,” ungkap Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon, Ipda Julkisno Kaisupy.

Setelah ditetapkan sebgai tersangka, RH langsung ditahan di rumah tahanan Polresta Pulau Ambon.

“RH kami jerat dengan Pasal 351 ayat 3 KUHPidana. Ancamannya di atas 5 tahun penjara,” tambah Kaisupy.

Dalam kasus tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban ini, tim Satreskrim Polresta Ambon telah memeriksa sebanyak 6 orang saksi.

Baca Juga  Warga Desa Wailau Digemparkan dengan Penemuan Seekor Buaya

Sebelumnya diberitakan, Bobi Renharlalaar tewas ditusuk orang tak dikenal (OTK). Dia terluka diduga mengalami pendarahan hebat. Perut sebelah kanannya menderita luka tusuk. Sementara rekannya Cristo Kamareng, juga ditusuk menggunakan senjata tajam serupa yaitu pisau. Ia terluka di belakang pundaknya. Polisi kini memburu tiga pelaku penusukan yang identitas mereka sudah dikantongi.

Dua warga Batu Gantung Ganemo, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, itu ditusuk OTK, Selasa (10/12) malam. Mereka dianiaya tepat di atas jembatan Batu Gantung Ganemo. Keduanya ditikam pakai pisau saat masih berada di atas kendaraan sepeda motor pukul 22.00 WIT.

“Untuk identitas pelaku sudah kita kantongi dari keterangan korban selamat dan saksi saksi. Saat ini teridentifikasi tiga orang pelaku dan sementara dalam pengejaran,” ungkap Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP, Leo Surya Nugraha Simatupang, Rabu (11/12).

Baca Juga  Kemenparekraf Dorong Musisi Manfaatkan Digitalisasi secara Kreatif

Motif penikaman hingga merenggut nyawa Bobi belum diketahui. Pastinya, penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang ini terjadi setelah para pelaku diduga telah dipengaruhi minuman keras.

Peristiwa naas itu berawal ketika korban meregang nyawa, Bobi Renharlalaar berboncengan dengan Cristo Kamareng. Mereka bergerak dari arah Air Salobar hendak pulang ke rumah menggunakan sepeda motor Mio Sporty.

Setibanya di jembatan dua korban dipanggil oleh pelaku. Mereka dicegat tepat berada di atas jembatan, kawasan tempat tinggal para korban itu.

“Jadi ketika kedua korban diteriaki pelaku, korban berhenti, disitulah salah satu pelaku menyerang dan menusuk kedua korban dengan sebilah pisau,” kata Simatupang.

Sebelum ditusuk, pelaku sempat menanyakan asal kedua korban. Pelaku bertanya apakah kedua korban merupakan warga Batu Gantung Ganemo. Belum sempat menjawab, pelaku langsung menikam Bobi satu kali menggunakan pisau.

Baca Juga  Madrid Tetap Optimis, Meski Tanpa Pemain Baru di Musim Ini

Melihat rekannya ditusuk, Cristo turun dari motor dan pelaku langsung menusuk belakang pundaknya. Bobi dan Cristo sempat berlari menghindari serangan para pelaku. Keduanya berlari menuju arah Gapura Batu Gantung Ganemo.

Saat berlari, Bobi terjatuh. Dia diduga pusing setelah bersimbah darah. Tak lama berselang, mereka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah M. Haulussy Kudamati untuk mendapat perawatan medis. Sayang, nyawa Bobi tak bisa terselamatkan setelah mengalami luka parah. (red/rtl)