SBB Targetkan Pendapatan Daerah APBD 2020 Sebesar Rp 1,081 Trilyun

oleh -156 views
Link Banner

@Porostimur.com | Piru : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Barat (SBB) menargetkan Pendapatan Daerah tahun 2020 sebesar Rp. 1.081.065.080.180,-.

Hal ini ditegaskan Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat, Drs M Yasin Payapo Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat, Drs M Yasin Payapo, saat membacakan sambutannya dalam Paripurna penyampaian Nota Pengantar Kebijakan Umum Anggaran Sementara, Plafon Prioritas Anggaran Sementara APBD Kabupaten SBB tahun 2020, di Ruangan Paripurna DPRD SBB, Gunung Malintang, Piru, Selasa (19/11).

Paripurna ini dihadiri Wakil Bupati SBB, Timotius Akerina, Ketua DPRD SBB, Abd R. Lisaholit, Wakil Ketua I, Arifin Fotlan S, Wakil Ketua II, La Nyong, Perwira Penghubung, Mayor (Inf) S. Mado, Kepala Pengadilan SBB, Johanes Mallo, Kajari Piru, para anggota DPRD dan SKPD lingkup Pemkab SBB.

”Dengan mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat Nomor : 09 tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah tahun 2017-2022 dan Peraturan Bupati nomor: 06 tahun 2019 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2020, maka Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun angaran 2020, disusun dan disampaikan kepada dewan yang terhormat untuk dipaduserasikan dengan pokok-pokok pikiran dewan, baik sebagai lembaga legislatif daerah maupun sebagai representasi rakyat di Kabupaten Seram bagian barat yang sama-sama kita cintai,” ujarnya.

Menurutnya, tema pembangunan tahun 2020 ini berorientasi pada meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi disparitas antar wilayah, meningkatkan sumber daya manusia berkuaIitas, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta meningkatkan kualitas layanan publik.

Baca Juga  Berkas Helmi – La Ode Diterima KPU Halmahera Selatan

Pendapatan Daerah, akunya, direncanakan sebesar Rp. 1.081.065.080.180, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 35.121.358.282, Dana Perimbangan sebesar Rp. 884.650.482.000, yaitu Dana Bagi Hasil Pajak atau Bagi Hasil Bukan Pajak sebesar Rp. 10.153.042.000, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp. 640.197.979.000 dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 234.299.461.000.

Belanja Tidak Langsung tahun 2020, jelasnya, dianggarkan Belanja Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp. 65.035.102.100.

Dimana, hal ini disesuaikan amanat Pasal 72 ayat (4) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

”Bahwa Pemerintah Daerah wajib menganggarkan Alokasi Dana Desa untuk Pemerintah Desa paling sedikit 10 persen dari dana perimbangan yang diterima oleh kabupaten/kota dalam APBD, setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus (DAK).

Baca Juga  Harga Sembako Tidak Stabil, GMKI & GP Anshor Minta Pemda Halut Turun Tangan

Anggaran Belanja Langsung yang direncanakan sebesar Rp.487.510.729.259 (empat ratus delapan puluh tujuh milyar, lima ratus sepuluh juta, tujuh ratus dua puluh sembilan ribu, dua ratus lima puluh sembilan rupiah), dalam rangka melaksanakan program dan kegiatan pada setiap organisasi,” jelasnya.

Guna meminimalisir kerusakan dan korban jiwa saat terjadinya Gempa Bumi dan bencana alam lainnya, tambahnya, Pemkab SBB juga akan sangat memperhatikan tindakan-tindakan mitigasi dan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat terhadap daerah-daerah rawan bencana.

”Di samping itu, kita sama-sama tahu bahwa daerah Seram Bagia Barat termasuk salah satu daerah yang terpapar Gempa Bumi dengan Magnitudo 6,5 SR yang terjadi pada tanggal 26 September 2019 lalu dan telah mengakibatkan ribuan masyarakat harus berada di tempat-tempat pengungsian, serta mengakibatkan rusaknya beberapa fasilitas umum, tempat ibadah, rumah-rumah penduduk dan lain-lain. Hal ini akan menjadi perhatian serius dan menjadi prioritas Pemerintah Daerah pada Tahun Anggaran 2020, untuk merehabilitasi/membangun kembali fasilitas-fasilitas umum yang telah rusak serta membangun kembali rumah-rumah penduduk,” pungkasnya. (doddy)