Sebagai Jubir yang Tak Dianggap, Apa Tugas Fadjroel Rachman?

oleh -146 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman akhirnya membenarkan hanya tiga orang yang bisa merepresentasikan istana saat berbicara di depan publik.

Dia mengakui dirinya tidak termasuk dari tiga orang tersebut, meski memiliki jabatan sebagai juru bicara presiden.

Fadjroel mentarakan, dirinya adalah juru bicara presiden yang hanya bertugas untuk menyampaikan kembali pidato maupun kebijakan Presiden Joko Widodo kepada publik.

“Betul yang disampaikan Pak Moeldoko @KSPgoid karena TUPOKSI saya sebagai SKP bidang komunikasi/@JubirPresidenRI hanya menyampaikan/mengkomunikasikan/ menjabarkan arahan/pidato/kebijakan Presiden @jokowi kepada publik (audience) ~ FR,” seperti dikutip dari akun twitter @fadjroeL.

Keterangan Fadjroel itu, menanggapi tautan berita yang memuat pernyataan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Baca Juga  Rizieq Shihab Pulang: Apa Untungnya bagi Elite Politik Indonesia?

Saat itu Moeldoko mengatakan, hanya ada tiga orang yang kini dapat berbicara mewakili istana.

Pertama adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko.

Pernyataan yang tak menyinggung Fadjroel Rachman ini muncul gara-gara polemik sepeda untuk Istana dari artis Daniel Mananta.

Cuitan Fadjroel pun ditanggapi oleh netizen yang merasa kebingungan untuk membedakan antara pernyataan pribadi sang jubir dengan pernyataan resmi dari Presiden RI.

Dia pun membalas singkat pertanyaan ini dalam cuitan selanjutnya.

“Kalau ada tanda FR itu pribadi. Kalau ada hashtag (tagar) Jubir itu resmi. Tapi untuk akun official, silakan ikuti akun @JubirPresidenRI,” balasnya.

Baca Juga  Pemikiran Cak Nur Untuk Generasi Millenial

Sebelumnya, polemik miskomunikasi ini muncul karena ulah tenaga ahli KSP.

Tenaga ahli KSP menyatakan bahwa 15 sepeda donasi dari PT Roda Maju Bahagia kolaborasi dengan Damn! I Love Indonesia milik Daniel Mananta memang ditujukan kepada lembaga negara.

Isu tersebut membuat publik beranggapan Daniel Mananta mengirim sepeda untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pembantu-pembantunya, termasuk Kepala KSP Moeldoko.

Moeldoko membantah hal itu dan menegaskan bahwa pernyataan tenaga ahli KSP tidak mewakili Istana, tetapi hanya pihak KSP saja.

Adapun pernyataan resmi Istana yang keluar melalui KSP adalah tanggung jawab Moeldoko secara penuh. (red/ljc)