Sebut Kondisi Negara Sudah Genting, Mantan Ketua MK: Hukum Sipil Sudah Tidak Berjalan

oleh -52 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva mengatakan, kondisi negara saat ini sudah genting, bahkan hukum sipil sudah tidak bisa berjalan.

Hal itu ia ungkapkan sebagai tanggapan terhadap pernyataan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang mengaku telah memerintahkan anggota TNI untuk menurunkan paksa baliho bergambar Habib Rizieq Shihab.

Menurut Hamdan Zoelva, langkah TNI untuk turun langsung menagani pelanggaran yang dilakukan Habib Rizieq menunjukkan bahwa kondisi negara saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan menakutkan.

“TNI yang langsung turun mengurus HRS telah sangat mengkhawatirkan dan menakutkan,” cuit Hamdan Zoelva di Twitter, Sabtu, 21 November 2020.

Lebih lanjut Hamdan Zoelva mengatakan bahwa langkah TNI tersebut justru semakin menunjukkan bahwa kondisi negara sedang tidak stabil, bahkan genting.

Baca Juga  Ramli Sade: Pemda Harus Ambil Langkah Pemulangan Seluruh Mahasiswa Sula

“Keadaan negara seperti sudah sangat genting, berada dalam keadaan darurat. Hukum sipil seperti sudah tidak berjalan,” kata Hamdan Zoelva.

Hamdan Zoelva pun melihat bahwa akhir-akhir ini masalah seputar penanganan Covid-19 telah bergeser menjadi urusan politik.

“Masalah Covid-19, telah bergeser menjadi urusan politik. Dan energi bangsa menjadi terkuras untuk urusan politik,” ujar Hamdan Zoelva.

Menurutnya, suasana di Indonesia sudah tidak sehat untuk pembangunan bangsa. Dia pun mengimbau agar pemerintah menurunkan tekanan politik yang ada saat ini.

“Suasana ini tidak sehat bagi pembangunan bangsa. Pemerintah sebaiknya menurunkan tensi politik, urusan hukum diselesaikan secara hukum, jangan bawa urusan hukum untuk kepentingan politik,” kata Hamdan Zoelva.

Baca Juga  Menkeu Sri Mulyani Janji Tindaklanjuti Keluhan APBD Maluku

Apalagi menurutnya, saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan ekonomi yang besar. Dirinya pun mengingatkan pemerintah, agar jangan sampai urusan politik menghambat pemulihan ekonomi di Indonesia.

“Kita juga sedang menghadapi tantangan ekonomi yang luar biasa. Jangan sampai urusan ekonomi terbengkalai, karena urusan politik yang seharusnya dapat diselesaikan secara lebih sederhana,” kata Hamdan Zoelva.

Seperti yang diketahui, selain mengakui bahwa aksi penurunan paksa baliho bergambar Habib Rizieq adalah atas perintahnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman juga mengusulkan agar FPI dibubarkan saja.

Karena menurutnya, akhir-akhir ini, FPI telah melakukan banyak pelanggaran hingga berbuat seenaknya.

“Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, nggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu, FPI bubarkan saja itu, bubarkan saja,” kata Dudung Abdurachman. (red)