Sejumlah Pihak Desak Polisi Selidiki Ledakan Smelter PT IWIP

oleh -261 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Terbakarnya tungku 1 Smelter A milik PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Selasa 15 Juni 2021 sekira pukul 06.00 WIT mengundang reaksi publik.

Sejumlah pihak pun lantas meminta aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait kecelakaan kerja yang menyebabkan enam orang karyawan luka-luka itu.

Adalah Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara yang meminta polisi menyelidiki alat yang digunakan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Koordinator KATAM, Muhlis Ibrahim mendesak aparat kepolisian agar segera melakukan penyelidikan karena ada dugaan peralatan yang digunakan IWIP adalah teknologi lama yang sudah dimodifikasi kembali.

Menurut dia, apabila sebuah industri pengolahan sumber daya mineral sering menimbulkan kecelakaan kerja, maka bisa disimpulkan bahwa managemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sangat buruk.

“Selain itu, komitmen menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dari pihak manejeman juga tidak berjalan baik,” tegasnya.

Muhlis menyarankan pemerintah agar menghentikan sementara aktivitas di PT IWIP, sekaligus mengevaluasi secara total manajemen K3 di perusahaan tersebut. “Intinya harus diindentifikasi peralatan yang dipakai oleh IWIP,” tandasnya.

Karena sudah banyak keluhan yang disampaikan oleh para tenaga kerja. “Khususnya tenaga kerja lokal terkait kondisi tempat mereka bekerja,” tuturnya.

Baca Juga  Terungkap Kronologi Artis TA yang Diduga Tania Ayu Ditangkap karena Kasus Prostitusí

Desakan yang sama juga disampaikan oleh akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Aziz Hasyim. Melalui keterangan tertulis yang diterima, Rabu 16 Juni 2021, Dosen Fakultas Ekonomi Unkhair ini meminta Polda Malut menginvestigasi secara serius, agar insiden tersebut bisa diketahui penyebabnya.

Menurut dia, peristiwa itu mengindikasikan managemen perusahaan tidak menaruh perhatian serius pada sistem peringatan dini (early owning system).

“Jika sistem peringatan dini baik, mungkin saja para karyawan maupun fasilitas yang dimiliki perusahaan dapat diantisipasi. Semua pihak pasti prihatin atas kejadian itu,” tuturnya.

Asis bilang, dari sisi ekonomi akan sangat berdampak pada perusahaan. Karena menambah beban perusahaan untuk membiayai perawatan karyawan, serta keluarga karyawan selama belum bisa bekerja.

Dengan demikian, ia berharap proses investigasi dilakukan secara serius. “Supaya itu menjadi catatan dan dasar bagi managemen untuk perbaikan sistem ke depan,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Serikat Pekerja atau Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Maluku Utara, Ike Masita Tunas menilai, ledakan di Smelter karena kelalaian perusahaan.

Baca Juga  Kata-kata Pertama Lionel Messi Setelah Real Madrid Juara Liga Spanyol

“Kami sudah berikan peringatan, tapi kecelakaan terus saja terjadi. Kami juga sudah bicarakan dengan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi untuk membahas K3 di IWIP,” katanya.

Insiden ledakan ini juga mendapat respon keras dari Ketua Lingkar Study Mahasiswa Maluku Utara (LSM Malut DKI Jakarta) Alimun Gebrak.

Menurut Alimun, hal seperti ini bukan lagi hal yang baru terdengar di telinga masyarakat Maluku Utara. PT. IWIP sudah banyak memakan korban jiwa dengan berbagai macam insiden. Mulai dengan kecelakaan lakalantas yang terjadi di lingkungan perusahaan sampai dengan meledaknya tungku pabrik.

Ali sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa Pemerintah Maluku Utara tidak bisa hanya diam membisu dan atau seolah-olah pasrah dengan situasi yang ada.

“Ada dua (2) hal prinsip yang harus saya sampaikan kepada seluruh masyarakat dan Pemerintah Maluku Utara, kemudian wajib hukumnya kita melakukan evaluasi secara kolektif. Pertama, dengan berbagai macam insiden yang terjadi bahwa PT. IWIP sangat lalai dan terkesan tidak peduli dengan keamanan, kenyamanan dan keslamatan tenaga kerja. Sederhananya nyawa manusia tidak menjadi prioritas dalam aktifitas perusahan,” ungkap Alimun kepada media ini, Rabu (16/6/2021).

Baca Juga  Gelar Silahturahmi Kebangsaan, PKS Kota Ambon Bahas Persoalan Keumatan Dengan MUI

Kedua, PT. IWIP terkesan menghindar dan sengaja menutup semua insiden yang terjadi dalam perusahan. Itu bisa dibuktikan dengan insiden ledakan tungku pabrik, ketika pihak keluarga hanya tahu dari saudara-saudara yang bekerja dan itu bisa dikuatkan dengan hasil konfirmasi teman-teman media dengan pihak perusahan yang kemudian menjawab “kami masih menunggu release resmi dari perusahan”, ini sangat mencoreng harkat dan martabat umat manusa.

“Kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar secepatnya memanggil pimpinan PT. IWIP dan meminta klarifikasi serta melakukan evaluasi secara total. Jika ini tidak dilakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya maka kami sebagai masyarakat Maluku Utara yang akan mengevaluasi dengan cara kami sendiri,” tukas Ali.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol Adip Rojikan mengatakan, saat ini Polres Halteng sedang melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara.

Penyelidikan dan olah TKP itu bertujuan mengetahui indikator-indikator penyebab dari peristiwa itu. “Agar bisa mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa ini,” tandasnya. (sarjan)

No More Posts Available.

No more pages to load.