Sejumlah Proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar Diduga Terbengkalai

oleh -88 views
Link Banner

Porostimur.com | Saumlaki: Tujuan pemekaran daerah otonom baru adalah selain memperpendek rentang kendali pemerintahan juga untuk kesejahteraan masyarakat.

Dengan tujuan yang mulia itu, maka pemerintah pusat beberapa tahun lalu telah memekarkan Kabupaten Maluku Tenggara menjadi 3 kabupaten otonom yakni Kabupaten Maluku Tenggara yang ibu kotanya Tual, Kabupaten Aru dengan Ibu kota Dobo dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), yang kini telah berubah menjadi Kabupaten Kepulaun Tanimbar (KKT) yang ibu kotanya Saumlaki.

Setelah pemekaran maka berbagai sarana prasarana pendukung mulai dibagun baik perkantoran, jalan dan lainnya.

Maka pada saat inipun Kab KKT kini dipimpin oleh Bupati Ke 3 yakni Petrus Fatlolon, SH, MH.

Dalam kepemimpinan Bupati Kab KKT saat ini berbagai pembangunan fisik maupun non fisik gencar dilakukan, namun dalam proses pembangunannya, ada sejumlah proyek fisik di Kabupaten Duan Lolat itu kini terbengkalai, bahkan hak-hak masyarakat pun terabaikan.

Baca Juga  Sambil Gowes, Pangdam Pattimura Sambangi Kotis Satgas Yonif RK 732/Banau

Kepada Porostimur.com salah satu tokoh masyakat Kab KKT juga tokoh pemekaran MTB saat itu yang tidak mau namanya di publikasikan mengatakan ada sejumlah proyek fisik di Kab KKT terbengkalai bahkan hak-hak masyarakat belum dilunasi oleh pihak kontraktor yang mengerjakan proyek-proyek itu.

Proyek- proyek yang kini diduga terbengkai dengan nilai kontrak miliaran rupiah itu antara lain, Taman Kota Saumlaki, Proyek Air Bersih, Gapura Persimpangan Jalam Sifnana-lauran, Gapura Masuk Bandra Saumlaki, Jalan Trans Yaru, Jalan Trans Wuar Labobar dan lainnya.

Yang lebih parah lagi kontraktor-kontraktor yang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak seorangpun anak daerah, padahal tujuan pembentukan daerah otonom baru itu salah satunya untuk mensejahterakan masyarakat di daerah itu termasuk mereka yang berprofesi sebagai kontraktor yang adalah anak daerah itu.

Baca Juga  Ini Daftar 5 Koruptor dengan Uang Korupsi Terbesar di Indonesia

Lebih jauh Dia, mengatakan ada sejumlah proyek yang dibangun saat ini tidak menjawab kebutuhan masyarakat Kab KKT, seperti pembagunan patung dan gapura yang menelan biaya miliaran rupiah.

“Coba kalau miliaran rupiah itu dimanfaatkan untuk memberdayakan para petani dan nelayan di Kab KKT, malah itu lebih bermanfaat dan dapat mendongkrak pendapat masyarakat sendiri,” ujarnya.

Dia juga mencontohkan salah satu pekerjaan yang tidak direncanakan awal yang pembangunan sarana prasarana air bersih.

“Saat ini pemasangan jaringan air bersih sudah siap, tetapi tidak ada air, ini kan mubasir, dan sepanjang beberapa tahun pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Kab KKT saat ini belum nampak sedikitpun apa yang disampaikan saat kampanye dengan visi dan misi mereka, dengan begitu kedepan ada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati masyarakat Kab KKT harus memilih orang- orang yang mau melayani masyarakatnya,” pungkasnya. (olof)

Baca Juga  Usman-Bassam "Siloloa" di Makayoa