Sekertaris Desa Pelita Dianiaya Usai Pesta Joget

oleh -83 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Seketaris Desa Pelita Kecamatan Mandioli Utara Kab Halsel, Askari Hi. Khar, mengalami luka-luka di kepala dan wajahnya akibat tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh dua orang berinisial (BS) dan (SU)

Aksi tersebut terjadi bermula seusai gelar pesta pernikahan anaknya Sekertaris Desa (Sekdes) Pelita.

Askari Hi. Khar, saat di wawancara Jumat ,(20/12/19), mengatakan pemukulan yang terjadi pada saat sudah penutupan pesta joget.

“Anak saya menikah jadi saya bikin pesta joget sekitar jam 2.00, malam tetangga rumah sebelah ada sakit jadi dorang minta tutup pesta, kemudian saya tutup pesta setelah itu saya antar keluarga dari kampung baru, karna saya takut jangan sampai ada hal-hal yang terjadi di dorang saya suru pulang langsung saya antar di pelabuhan,” kata korban.

Lanjut Askari korban, “setelah saya balik ke rumah, belum sempat sampai dirumah ada lemparan batu ke rumah saya, karna rumah saya dekat dengan pelabuhan saya liat arah batu itu dari Utara menuju ke Selatan langsung saya tanya sapa yang lempar, langsung dia jawab si Safrin yang mengaku lempar rumah setelah dari situ dia langsung pukul saya, pukul dengan tangan, bagian wajah, kemudian kepala, setelah itu saya bale karna pak Umar ajak pulang, belum sempat masuk rumah si Bahrun Sanusi dia pukul lagi di bagian atas kening pica”, jelasnya.

Baca Juga  "Manusia Manusiawi" Kolaborasi Apik Band Kotak & Cak Nun

Sementara itu, menurut saksi mata Iswan Ayat, menjelaskan sempat melihat pelaku yang bernama Safrin Usman biasa disapa Aca, adik dari Kepala Desa Pelita, Sabrun Usman yang melakukan pemukulan terhadap Askari Hi. Khar.

“Saya sempat liat itu Safrin Usman, setelah dia pukul langsung lari. Setelah itu saya dusu langsung dia lari, karna dalam keadaan malam saya so tara sempat lia dia lari kemana”, jelas Iswan

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Halsel, Dwi Gastimur Wanto, S.I.K, saat di temui diruang kantor oleh media ini mengatakan sudah mengambil keterangan, namun kendalanya ada beberapa saksi yang belum datang.

“Mungkin minggu depanlah karna penyidik juga masia ada kasus lain, jadi kemungkinan minggu depan kita coba panggil. Kalau tidak mau datang nanti kita jemput kesana. Secara hukum ya sistemnya masih praduga tak bersalah, kalau ada saksi lain yang menerangkan bahwa betul dia yang bersalah kita proses, secara hukum, dan harus bertanggung jawab”, tandasnya. (adhy)