Sekolah di Ambon Masih Libur. Ini Sebabnya

oleh -88 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Meskipun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memutuskan pelaksanaan tahun ajaran baru 2020/2021 secara nasional dimulai Senin 13 Juli 2020, namun di Kota Ambon belum.

Dari 11 kabupaten/kota di Maluku, Kota Ambon yang belum melaksanakan aturan tersebut. Meski demikian, kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Ambon bukan tanpa sebab.

Selain alasan masih berlangsungnya PSBB, juga kekhawatiran orang tua murid yang tidak menginginkan anak-anak mereka harus terlibat langsung di lingkungan terbuka.

Kadis Pendidikan Kota Ambon, Fahmy Salatalohy mengatakan, untuk mengikuti keputusan Kemendikbud, itu tergantung dari pemerintah setempat.

Link Banner

Sebab, tidak semua daerah sama dalam hal penularan covid-19. Kota Ambon meski telah berada pada zona orange, namun penyebaran covid-19 masih tetap ada.

Baca Juga  Country Hall of Fame Umumkan Tiga Musisi Baru

“Kita tidak bisa disamakan dengan daerah lain di Maluku. Wabah ini masih ada dan Ambon itu daerah terparah dari 11 kabupaten/kota lainnya di Maluku,” kata Salatalohy melansir Kabartimurnews.com, Senin (13/7/2020).

Menurutnya, Disdik Ambon mengacu pada kondisi Ambon saat ini. Jika dipaksakan, dikhawatirkan akan ada penambahan angka positif baru.

“Apalagi anak-anak sekolah tingkat SD ini sangat resistensi. Makanya kita jaga betul,” tuturnya.

Kemudian, protap covid-19 di wilayah Kota Ambon saat-saat ini sangat jelas dan ketat. Untuk bepergian keluar rumah saja, ada berbagai aturan yang diatur dalam Perwali PSBB tahap II nomor 19 tahun 2020.

“Saya tidak tahu di tempat lain kebijakan protap covid-19 nya kayak gimana, tapi di Ambon itu sangat ketat. Makanya kita belum bisa memulai tahun ajaran baru,” jelasnya

Baca Juga  Terbakar cemburu, pacar dianiaya hingga babak belur

Dia mengaku, tahun ajaran baru bisa dilaksanakan jika Ambon sudah masuk masa pemulihan atau new normal.

“Karena kalau kita lihat hasil voling pernyataan orang tua murid terkait kondisi ini, rata-rata orang tua khawatir untuk menyekolahkan anaknya. Makanya kita jaga betul supaya sampai pada tahap pemulihan atau new normal baru bisa sekolah. Kita tidak mau sebarang bertindak,” pungkas Salatalohy. (red/rtm/katim)