Sekprov Kasrul Selang Minta OPD Pemprov Maluku Jadi Penggerak Penanganan Covid-19

oleh -36 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pemerintah Provinsi Maluku mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi penggerak percepatan penanganan covid-19. Sekda Maluku, Kasrul Selang, mengatakan pihaknya sudah menyusun program seluruh pimpinan OPD menjadi penggerak penanganan covid-19

“Langkah awal dengan melakukan tes usap kepada seluruh ASN yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik,” kata Kasrul di Ambon, Sabtu, 29 Agustus 2020.

Kasrul yang juga Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Maluku menyatakan tes usap yang dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku maupun Kota Ambon. Hal tersebut sudah dilakukan sejak sepekan terakhir di beberapa dinas dan badan lingkup Pemprov Maluku.

Baca Juga  Pemerintah Perpanjang Masa Tanggap Darurat Gempa Maluku Hingga 23 Oktober

Para Kepala Dinas dan Badan diinstruksikan diminta mengerahkan seluruh bawahannya agar wajib mengikuti tes usap yang dilakukan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

Link Banner

“Semua wajib ikut swab test. ASN yang tidak ikut akan diberi peringatan dan teguran keras,” jelasnya.

Menurutnya usai pengambilan sampel, setiap ASN diwajibkan karantina mandiri di rumah sambil menunggu hasil pemeriksaan dikeluarkan dan baru bisa beraktivitas di kantor.

Dia memastikan kebijakan tes usap kepada seluruh ASN lingkup Pemprov Maluku tersebut untuk mencegah munculnya klaster baru di kantor-kantor, mengingat Kota Ambon masih tetap berada di zona merah menyebaran covid-19.

“Langkah tersebut juga untuk memberikan rasa aman kepada semua pihak, baik yang dilayani maupun yang melayani, mengingat penyebaran pandemi tersebut dalam menginfeksi warga di ibu kota Provinsi Maluku masih tergolong tinggi,” ujarnya.

Baca Juga  Dies Natalis, Fekon Unpatti gelar sosialisasi Fintech

Dia memastikan kebijakan tes usap kepada seluruh ASN lingkup Pemprov Maluku tersebut untuk mencegah munculnya klaster baru di kantor-kantor, mengingat Kota Ambon masih tetap berada di zona merah menyebaran covid-19.

“Langkah tersebut juga untuk memberikan rasa aman kepada semua pihak, baik yang dilayani maupun yang melayani, mengingat penyebaran pandemi tersebut dalam menginfeksi warga di ibu kota Provinsi Maluku masih tergolong tinggi,” ujarnya. (red)