Selain Daring, SD Inpres 28 Ambon Juga Bentuk Kelompok Belajar

oleh -32 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Masa Pandemi Covid-19 membuat pola pendidikan berubah. Dari yang semula tatap muka berubah menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sekolah-sekolah baik di tingkat dasar maupun menengah semuanya menggunakan metode pembelajaran daring.

Namun proses daring juga masih menimbulkan kendala-kendala, sehingga ada sekolah yang membentuk kelompok belajar bagi para siswa. Salah satunya adalah SD Inpres 28 Ambon.

Kepala SD Inpres 28 Ambon, Stefen Salmon kepada Porostimur.com mengatakan selama pandemi ini pihaknya menerapkan sistem daring namun karena ada keluhan-keluhan yang diterima dari orang tua siswa, sekolah pun mengambil kebijakan untuk guru kunjungan ke rumah dan membentuk kelompok belajar.

“Mengenai PJJ, itu sudah jalan kurang lebih 1 tahun namun dalam pelaksanaan juga pasti ada kendala-kendalanya yaitu bagi orang tua yang kurang mampu, mereka mengeluhkan terkait paket data dan gangguan jaringan. Kendala yang lain, siswa juga sudah jenuh. Jadi sekolah mengambil langkah kebijakan disetujui oleh orang tua maka kita bentuk kelompok belajar. Itupun ada pembagiannya yaitu dalam seminggu 4 kali tatap muka dan dua kali melalui daring. Jadi tidak 1 minggu full, kita juga batasi waktu jumpa dengan siswa”, ujar Stefen di ruang kerjanya pada Rabu, (7/4/2021).

Kepala SD Inpres 28 Ambon, Stefen Salmon

Stefen menjelaskan, pembelajaran luring atau tatap muka terbatas itu, dilaksanakan di titik-titik kelompok yang sudah diatur kesepakatan antara guru, pihak sekolah dengan orang tua siswa, dimana dalam 1 kelompok terdiri dari 5 siswa. Tentunya dengan tetap menggunakan protokol kesehatan dengan jaminan dari orang tua, dimana kelompok tempat mereka kumpul itu sudah disiapkan misalnya tempat untuk mencuci tangan, disiapkan hand sanitizer, dan menggunakan masker.

Baca Juga  16 Tahun Tak Diperhatikan, Hipma-Sulbar Demo di Kantor Bupati Kepulauan Sula

“Kami juga pihak sekolah sudah berusaha untuk membantu siswa yang kurang mampu dengan mengambil dana BOS untuk kita berikan semacam paket data dalam bentuk uang ke siswa yang orang tuanya kurang mampu”, pungkasnya.

Disinggung terkait langkah yang diambil pihak sekolah dalam menentukan kelulusan bagi siswa kelas 6, Ia memaparkan pihaknya akan melakukan evaluasi.

“Jadi sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan, bahwa kegiatan Ujian Nasional sudah ditiadakan dan penentuan kelulusan itu ditentukan oleh satuan pendidikan masing-masing atau dikembalikan ke sekolah. Dengan demikian, kami pihak sekolah mengambil kebijakan untuk melakukan semacam evaluasi ke siswa kelas 6 sehingga terkesan bahwa ada semacam ujian, itu yang kami lakukan”, paparnya.

Baca Juga  Jaga Kamtibmas Sat Samapta Polres MTB Gelar Patroli Ditengah Pandemi Covid-19

Stefen melanjutkan, sesuai dengan kalender pendidikan pelaksanaan ujian akan dilaksanakan pada Mei 2021 dan pihaknya sudah siap untuk hal itu. Persiapan untuk kelas 6 juga sudah dilakukan baik secara daring maupun kunjungan ke rumah bentuk kelompok belajar.

“Jadi guru kelas 6, saya anjurkan untuk persiapkan anak-anak itu sehinggga ketika evalusi mereka sudah siap dan Jumat nanti, kita kepala sekolah se-kota Ambon akan merapat. Kecamatan Baguala, Leitimur Selatan dan Teluk Ambon kebagian pada Jumat nanti di SD 2 Rumah Tiga. Pada rapat tersebut mungkin akan ada persamaan supaya masing-masing satuan pendidikan jangan mengatur sendiri tapi mungkin ada pemerataan. Nanti kita lihat pada hasil rapat pada Jumat nanti, baru kita ambil langkah seperti apa untuk ujian kelas 6 ini”, ungkapnya.

Baca Juga  Widya Pratiwi Seberangi Lautan untuk Jumpai Para Penenun Tanimbar

Ia juga menambahkan, untuk kelas 1 sekolah juga menerapkan hal yang sama dengan kelas 6 karena menurutnya, kelas 1 juga memerlukan proses pendampingan karena ada siswa yang berasal dari TK, namun ada juga yang dari rumah (tidak bersekolah sebelumnya) sehingga ada siswa yang belum lancar dalam membaca, menghitung dan menulis. Untuk itu, guru kelas 1 juga diberlakukan sama dengan guru kelas 6 untuk turun kunjungan ke rumah siswa. (alena)

No More Posts Available.

No more pages to load.