Selamat Jalan Yappi Mailoa: Selamat Beristirahat di “Paparisa Kacil”

oleh -288 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Seniman kawakan Maluku, Yappi Mailoa dikabarkan meninggal dunia pada hari Selasa, 27 Agustus 2019 jam 23.52 di Ziekenhuis Martini, Groningen, Belanda.

Seniman serba bisa bernama lengkap Erech Victor Yappy Mailoa yang lengket dengan image Paparisa Kacil, sebuah tanyangan bergenre komedi yang pernah populer di TVRI pada era 90-an ini, berpulang dalam perjalanan tour bersama Sanggar Kabaresi di negeri tulip itu.

Pihak keluarga mengabarkan, pada Kamis (5/9), pukul 20.00 waktu setempat, telah dilakukan rangkaian ibadah penghiburan, pelepasan dan pemakaman almarhum di Molukse Kerk Sion, Wormerveer, Belanda.

Jenazah kemudian dipulangkan ke Indonesia pada hari Sabtu, 7 September 2019 dan sempat disemayamkan di Ruang duka Golden Gate, Bandara Udara Soekarno Hatta, sebelum diterbangkan malam ini ke Ambon.

Ibadah penghiburan kedua dilangsungkan di ruang duka Golden Gate funeral, Kargo area Bandara Soekarno Hatta, lsebelum dipulangkan ke Ambon.

Baca Juga  Inspirasi Kaftan untuk Lebaran, Siap Bikin Tampilanmu Makin Modis!
Pendeta Jacky Manuputty ketika meminpin ibadah penghiburan (foto:istimewa)

Pendeta Jacky Manuputty ketika meminpin ibadah penghiburan mengatakan, hidup selalu mengalir melalui tawa dan tangis, suka dan duka, perjumpaan dan perpisahan.

Pendeta yang juga aktivis kemanusian ini menuturkan, pada tanggal 25 Juli 2019 lalu, Ia berjumpa Yappy Mailoa bersama sanggar Kabaresi di terminal 3 Soekarno Hatta. Ketika itu dirinya sedangkan akan ke New York, sementara Yappi dan Sangat Kabaresi akan tour ke Belanda.

“Group komedi anyar dari Kota Ambon ini berencana menggelar pertunjukan pada sejumlah kota di Belanda. Saat itu kita larut dalam canda dan tawa yang hangat,” ungkap Jacky terbata.

“Malam ini kita berjumpa kembali di terminal kargo bandara Soekarno Hatta. Tidak lagi dalam sukacita, tetapi dengan simbahan air mata duka. Yappy Mailoa terbujur kaku dalam peti jenazah yang dikirim dari Belanda. Dan, beta harus memimpin ibadah penghiburan dengan dikelilingi oleh keluarga dan anggota Sanggar Kabaresi yang dipimpinnya selama ini,” sambung Jacky Manuputty.

Baca Juga  Ambon, Kota Musik dan Glenn Fredly yang Terus Hidup

Ia mengaku tak kuasa menahan haru dan airmatanya tambah selama memimpin ibadah penghiburan.

“Selamat jalan Yappy Mailoa. Sebagaimana Lazarus dipanggil keluar kepada Kristus, begitulah kami percaya bahwa kematian tak pernah mampu merampasmu dari cinta Allah. Pada pengakuan inilah kami tetap beryukur, sekalipun dengan simbahan air mata dan duka yang dalam,” ucap Manuputty sambil berlingan airmata.

Jenazah sang maestro senior ini akan tiba di Ambon besok, Senin, 9 September 2019, dan akan disemayamkan di kediaman keluarga, Jl. dr. Kayadoe SK 21/11A. Kudamati, Ambon.

Sedangkan ibadah pelepasan dan pemakaman akan dilangsungkan pada hari Selasa, 10 September 2019 di tempat yang sama.


Pihak keluarga dan Sanggar Kabaresi, kami mengucapkan terima kasih atas doa, dukungan dan bantuan semua pihak serta memohonkan maaf bila almarhum memiliki kesalahan semasa hidupnya. (Keket)

Baca Juga  Amnesty International: Penangkapan Aktivis KAMI untuk Menyebar Ketakutan