Selingkuh dengan Polwan, Oknum Perwira Polda Malut Dipecat

oleh -1.688 views
Link Banner

Porostimur.com, Ternate – Polda Maluku Utara dikabarkan melakukan Pemecatan Tidak dengan Hormat (PTDH) terhadap perwira berinisial AKBP S.

AKBP S dipecat karena melakukan perselingkuhan dengan salah satu Polwan berinisial Bripka R yang saat ini juga telah dipecat.

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Risyapudin Nursin melalui Kepala Bidang Propam Kombes (Pol) Wahyu Agung Jatmiko saat dikonfirmasi soal PTDH AKBP S mengaku belum mengetahui pasti soal informasi langkah pemecatan tersebut sudah dilakukan atau belum.

“Nanti saya tanyakan dulu ke Biro SDM Polda Malut,” ucap Wahyu seperti dilansir dadi tandaseru.com, Selasa (12/4/2022).

Wahyu membenarkan keputusan untuk PTDH sudah diputuskan. Namun yang punya kewenangan menerbitkan surat adalah Biro SDM.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, Polda Maluku Utara dikabarkan memproses dua anggotanya yang diduga telah menjalin hubungan gelap. Kedua oknum polisi ini masing-masing telah berkeluarga.

Baca Juga  84 Tahanan dan Pelayan Publik Lapas Perempuan dan Anak Klas III Ternate Jalani Vaksinasi Covid-19

Dalam kasus tersebut, keduanya diproses secara kode etik maupun pidana umum.

“Iya, benar ada mantan anggota Saya selingkuh dengan salah satu pamen inisial AKBP S yang bertugas di Polda Malut,” ungkap Direktur Direktorat Reskrimum Polda Malut, Kombes Pol. Dwi Hindarwana, melansir tandaseru.com yang mengutip cermat, Jumat (5/2) kemarin.

Sumber internal porostimur.com di Direktorat Reskrimum Polda Malut menyebutkan kedua oknum Korps Bayangkara tersebut berinisial AKBP S alias Susanto dan oknum Polwan berinisial Bripka R alias Rani.

Sejumlah sumber di internal Mapolda Malut juga membenarkan hal tersebut. Bahkan salah satu perwira yang meminta anomimasi menyebutkan kasus tersebut sudah menjadi rahasia umum di lingkungan Korps Bhayangkara itu sejak akhir tahun lalu.

Baca Juga  Kakanwil Kemenag Maluku Minta Jajarannya Bangun Integritas Dalam Bekerja

Susanto rupanya bukan perwira sembarangan di Polda Maluku Utara.

Sebelum dicopot dari jabatannya pada 3 Desember 2020 lalu, Susanto menjabat selaku Wadir Pamobvit Polda Malut.

Keputusan pencopotan Susanto, tertuang dalam Surat Telegram Kapolri, Nomor ST/3392/XII/KEP./2020 tertanggal 3 Desember 2020 lalu.

Dalam surat telegram itu, AKBP Susanto dimutasikan sebagai Pamen Polda Malut alias tanpa jabatan dalam rangka pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Malut, AKBP Adip Rojikan saat dikonfirmasi malutpost.id pada Jumat (11/12/2020), membenarkan perihal mutasi tersebut. “Iya betul pak Susanto dimutasi,” kata Adip kala itu.

Juru bicara Polda Malut itu membenarkan, mutasi perwira dua melati itu dalam rangka pemeriksaan di Propam Polda dan untuk pembinaan. Hanya saja, Adip enggan membeberkan kasus yang menjerat Susanto.

Menurut Adip, dirinya belum mengetahui informasi terkait kasus tersebut.

Baca Juga  Mengenal James Richardson Logan, pencetus nama Indonesia

“Kalau pak Santo dalam rangka pemeriksaan perkara apa saya belum dapat informasi resmi. Yang jelas mutasinya dalam rangka pemeriksaan,” tukasnya ketika itu.

Kabid Humas Polda Malut, Kombes (Pol) Adip Rojikan, S.IK, MH yang dikonfirmasi media ini, Sabtu (6/2/2021) terkait perkembangan kasus Susanto enggan berkomentar.

“Terkait itu, silahkan bertanya langsung ke direskrimum pak,” katanya melalui pesan elektronik.

Direktur Dir. Reskrimum Polda Malut, Kombes Pol. Dwi Hindarwana yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp enggan memberikan komentar. Dwi hanya membalas “Oke mas, apa kbre”

Diketahui sejumlah jabatan penting pernah disandang AKBP. Susanto sebelum diparkir untuk kepentingan pemeriksaaan, di antaranya Direktur Propam Polda Malut. (red/tsc)