Semarak Amboina Music Fest 2018

oleh -46 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Selang beberapa hari terakhir, Kota Ambon bukan saja diramaikan dengan adanya persiapan Tour the Manise 2018 yang dimotori Polda Maluku saja.

Namun sejak pertengahan pekan kemarin, bahkan pekan sebelumnya, Kota Ambon sudah diramaikan dengan adanya even berskala internasional yakni Amboina Music Fest 2018.

Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Ambon, menggawangi kegiatan dimaksud dengan tujuan menampilkan keunikan tradisi paguyuban daerah-daerah di tanah air yang ada di Kota Ambon.

Adapun rangkaian kegiatan Amboina Music Fest 2018 yang sudah digelar pekan kemarin yakni Pameran Budaya di Lapangan Merdeka (6-9 November), Festival Hawaiian di Baileo Oikumene (7 November) dan Pagelaran Budaya di Baileo Oikumene (8 November).

Link Banner

Sementara dalam pekan ini, rangkaian kegiatan yang digelar yakni Pameran Naskah dan Rekaman Musik di Lapangan Merdeka (15-17 November), Residensi dan Pertunjukan Kolaborasi di Taman Budaya Karang Panjang (15-16 November), serta Konservasi Hutan Bambu (Forest For Music) di Dusun Tuni (17 November).

Baca Juga  Tingkatkan layanan, PUPR Kota Ambon siap rilis ”TAGOR”

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan, hal ini pun dibenarkan Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies.

Amboina Music Fest 2018 ini, akunya, mencakupi kegiatan Amboina International Bamboo Music Festival.

Dimana, selang 3 hari ini penikmat musik di Kota bejuluk Manise ini sudah dimanjakan dengan alunan suara merdu dari sejumlah musisi, seperti musisi legendaris Oscar Harris, Is Pusakata (ex Payung Teduh), Barry Likumahuwa, Molucca Bamboowind Orchestra dan masih banyak lagi penampilan dari seniman lokal Kota Ambon.

Menariknya lagi, kegiatan ini tidak dikenakan bayaran alias gratis.

”Sebelum kita menikmati Festival Musik Bambu, buat yang ingin menambah ilmu, datang ke acara Music Convention yakni berbincang tentang Bambu dan Musik, Kota Musik dan Potensi Musik Kota Ambon di Taman Budaya, Karang Panjang Ambon, pukul 08.00. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Sri Hartini,” ujarnya.

Baca Juga  Diduga miliki sabu, 3 pemuda diamankan polisi

Kesempatan yang sama, salah satu kurator Indonesiana, Nyak Ubiet Ina Raseuki, menjelaskan bahwa Amboina International Bamboo Music Festival 2018 sendiri, adalah satu kegiatan budaya tahun yang didukung melalui platform Indonesiana.

Dimana, Indonesiana ini adalah Platform Pemajuan Kebudayaan yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mendorong dan sekaligus memperkuat upaya pemajuan kebudayaan sesuai amanat UU No. 5 Tahun 2017.

”Mengedepankan azas gotong royong, Platform Indonesiana ditujukan untuk meningkatkan kapasitas daerah dalam menyelenggarakan kegiatan budaya sesuai azas, tujuan dan objek pemajuan kebudayaan yang ditetapkan dalam UU No 5 Tahun 2017,” tegasnya.

Indonesiana dalam tahun 2018 ini, jelasnya, berfokus pada konsolidasi standar tata kelola kegiatan budaya dan manajemen penyelenggaraan kegiatan budaya melalui dukungan atas penyelenggaraan festival-festival di daerah, baik terhadap festival yang sudah ada sebelumnya maupun dengan mendukung penyelenggaraan festival yang baru yang relevan dengan potensi dan karakter budaya di kawasan masing-masing.

Baca Juga  Pria Dewasa Ditemukan Bersimbah Darah di Atas Jalan Aspal

Ditambahkannya, dalam konteks platform kebudayaan Indonesiana gotong-royong dimaksudkan sebagai keterlibatan semua pihak yang memiliki kepedulian dan kepentingan atas pemajuan kebudayaan untuk mengembangkan kapasitas daerah dalam menyelenggarakan kegiatan budaya mencakup bidang pengelolaan pengetahuan (knowledge management), kuratorial dan produksi, publikasi dan kehumasan, serta kerjasama dan pendukungan.

”Selain mengamanatkan tentang peningkatan tata kelola kegiatan budaya, UU No 5 Tahun 2017 menggarisbawahi tentang penguatan ekosistem kebudayaan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, platform Indonesiana dirancang sebagai sebuah struktur hubungan terpola antar penyelenggara kegiatan budaya daerah di Indonesia yang dibangun secara gotong-royong,” pungkasnya. (vanessya)