Semarak penutupan Pesparani Nasional I

oleh -27 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Meskipun seremoni penutupan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Nasional I sudah digelar Kamis (1/11), namun suasana di Lapangan Merdeka (Lapmer) Ambon hingga Jumat (2/11) dini hari, nampak masih ramai pengunjung.

Bukan saja warga Kota Ambon yang memadati lokasi seremoni penutupan even berskala nasional, namun umat Katolik dari berbagai provinsi pun turut bercampur baur di tengah lapangan.

Usai pembacaan juara umum Pesparani dilakukan, semua pengunjung pun mulai berkumpul di tengah lapangan tanpa dikomando.

Awalnya, mpengunjung menarikan Ge Mu Fa Mi Re bersama-sama dan dilanjutkan dengan menari Tobelo.

Link Banner

Kompaknya gerakan yang dilakukan pengunjung, mengakibatkan susahnya mengenali umat Katolik dari provinsi lain, selain dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku, tempat asal lagu.

Baca Juga  Tiba di Ambon, Jamaah Haji Maluku Diminta Jadi Teladan Bagi Masyarakat

Bahkan goyangan yang sama masih turut dilakukan pengunjung saat lagu ”Meraih Bintang” yang dipopulerkan artis Via Vallen dimainkan.

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan, Sekretaris Umum (Sekum) Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Pesparani(LP3KD) Sulawesi Utara (Sulut), Joula Makarawung, mengapresiasi semangat persaudaraan yang terjalin di antara pengunjung saat itu.

Menurutnya, aura persaduaraan sejati, sebagaimana tersirat dalam tema Pesparani Nasional I, benar-benar terasakan dan tersalurkan, bukan saja sejak awal Pesparani mulai dibuka, namun hingga berakhirnya even dimaksud.

Tak segan, Makarawung pun mengutip pernyataan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Ignatius Suharyo, saat misa pembukaan Pesparani.

”Ini benar-benar pesta,” pungkasnya. (keket)