Seminggu Ditahan Polisi, Azis Samual Masih Bungkam Terkait Dugaan Pengeroyokan Haris Pertama

oleh -129 views
Link Banner

Porostimur.com, Jakarta – Sepekan diringkus polisi, Politisi Golkar Azis Samual masih bungkam dan tidak mengaku terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap Ketua KNPI Haris Pertama.

“Azis Samual masih belum ada perkembangan. Masih bungkam,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (7/3/2022).

Sehingga sampai saat ini, penyidik masih belum menemukan indikasi adanya nama atau dalang di atas Azis Samual.

Maka dari itu, sampai saat ini masih enam tersangka yang terlibat dalam pengeroyokan terhadap Haris di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (21/2/2022).

Yakni empat pelaku eksekutor di lapangan, satu pelaku koordinator, dan satu pelaku yang memerintahkan dan mendanai yakni Azis Samual.

Sebelumnya politisi Golkar Azis Samual ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pengeroyokan terhadap Ketua KNPI Haris Pertama.

Baca Juga  PLN Perpanjang Stimulus Listrik Hingga Maret 2021

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan bahwa pihak Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya sudah menangkap lima pelaku pengeroyokan terhadap Haris.

Empat pelaku merupakan eksekutor di lapangan dan satu pelaku merupakan koordinator pengeroyokan.

Dari pengungkapan itu, polisi mendapatkan temuan baru dari para pelaku terkait pemberi perintah pelaku pengeroyokan.

Polisi kemudian memeriksa politisi Azis Samual pada Selasa (2/3/2022). Azis hadir dalam pemeriksaan pukul 10.00 WIB.

Saat diperiksa hingga malam hari, polisi menetapkan Azis sebagai tersangka. Ia dianggap menjadi pelaku yang menyuruh kelima tersangka untuk mengeroyok Haris Pertama.

“Hasil pemeriksaan meneteapkan AS sebagai tersangka Pasal 55 ayat 1 ke 1 juncto Pasal 170 KUHP,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan (2/3/2022).

Baca Juga  HUT RI ke - 74 Kecamatan Huamual Akan Dirayakan Secara Meriah Dengan Melibatkan 5 Desa

AS terancam hukuman sembilan tahun penjara. Saat ini AS juga sudah ditahan di Polda Metro Jaya.

Penahanan dilakukan hingga 20 hari kedepan saat kasus tersebut diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. (red)