Seminggu Hilang di Laut Maluku, Kapal TNI Bermuatan Avtur Belum Ditemukan

Porostimur.com | Ambon: Memasuki hari ke lima operasi SAR gabungan pencarian Kapal Layar Motor (KLM) Panji Saputra, milik TNI AD yang hilang di perairaan Maluku Tenggara belum juga ditemukan.

Upaya pencarian kapal pengangkut minyak Avtur dengan tujuan Maluku Tenggara Barat itu, yang sebelumnya hanya dilakukan di perairan Maluku, saat ini sudah diperluas hingga ke laut Papua menggunakan pesawat.

Tim Basarnas Ambon juga sudah berkoordinasi dengan pos SAR yang berada di Banda, Tual, dan Saumlaki.

Kapal yang hilang ini bertolak dari Ambon pada 7 Januari dengan tujuan Saumlaki. Kapal ini mengantar avtur dukungan bahan bakar untuk tugas TNI. Seharusnya kapal tiba di Saumlaki pada 11 Januari.

Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muslimin mengatakan, hingga hari ke lima operasi SAR berlangsung, empat Anak Buah KapaL (ABK) dan dua anggota TNI belum juga ditemukan, baru muatan, kursi, penutup geladak kapal dan pakaian yang ditemukan.

Dia menyatakan, meski sudah ada petunjuk dengan ditemukan drum avtur dan pakai milik Serda Aswandi Ali di perairan Tayando, Kabupaten Maluku Tenggara, namun hingga kini belum juga ditemukan para awak kapal.

Muslimin meengatakan, warga Desa Ohiil, Pulau Tayandu, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku menemukan 8 drum avtur dan pakian dinas TNI di perairan Pulau Tayando.

Selain barang-barang itu, warga juga menemukan penutup dek kapal, kursi, dan tas milik ABK.

“Ya betul milik anggota,” kata Kabasarnas Ambon, Muslimin, soal PDH yang ditemukan, Rabu 22 Januari 2020.

Dari temuan ini, pencarian kapal Panji Saputra akan difokuskan di perairan Pulau Tayando. Hingga Rabu siang ini, belum ada temuan baru.

Atas serangkaian penemuan muatan kapal dan lainnya, kemungkinan tenggelam di sapu ombak.

“Saat ini belum ada ditemukan sampai pencarian yang dilakukan mengunakan pesawat CN milik TNI AL hingga siang tadi masih nihil. Jadi sekarang kita akan fokus untuk menyisir seputran perairan Tayando. Hari ini yang dikerahkan ke lokasi 2,” ujarnya.

Untuk laporan sementara pantau udara Pesawat CN235 (P-8302), belum juga ada hasil penemuan lain selain yang sudah ditemukan sebelumnya.

“Pesawat masih memantau, dengan rute Sorong-Pulau Kur (Barat Laut Tual)-Sorong,” jelasnya. (red/rtm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: