Seminggu kabur, Sigen akhirnya ditangkap di Tual

oleh -40 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Hanya 2 hari berselang, pelaku penganiayaan di Lorong Coker Kudamati, MB alias Sigen, akhirnya berhasil diringkus aparat Kepolisian Resor (Polres) Maluku Tenggara (Malra), Sabtu (19/1), sekitar pukul 00.05 Wit.

Sigen sendiri berhasil diringkus di Desa Taar, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual dan diamankan di Rutan Mapolres Malra.

Sedianya, Sigen digelandang polisi dari rutan Polres Malra menuju Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease hari ini.

Sebelumnya, Sigen diduga melakukan penganiayaan berat di Lorong Coker kepada warga Kampung Oihu, Desa Batu Merah, Salim Sudin, yang akhirnya meregang nyawa di RSUD dr. M. Haulussy, Ambon, Kamis (17/1).

Link Banner

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan, hal ini dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Maluku, Kombes (Pol) Muhamad Roem Ohoirat.

Baca Juga  Cabuli siswi sendiri, MS meringkuk di Polsek Saparua

Setelah berkoordinasi dengan Polres jajaran di wilayah hukum Polda Maluku, akunya, lokasi pelarian dan persembunyian Sigen pun diketahui.

Dan catatan pelariannya pun harus berakhir saat ditangkap tanpa perlawanan saat berada di rumah sanak keluarganya di Desa Taar, Ateng Tallaud.

”Penangkapan MB diduga terkait kasus penganiayaan berat yang terjadi di Lorong Coker, Kota Ambon, pada hari Sabtu (12/1) malam. Dia ditangkap setelah melarikan diri dari Kota Ambon menuju Kota Tual,” ujarnya.

Setelah berhasil membekuku Sigen, jelasnya, tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Malra kemudian berkoordinasi dengan Polres Ambon Lease untuk.

”Saat ini aparat Polres Ambon sudah berada di Polres Malra. Rencananya besok pelaku akan dibawa ke Ambon,” jelasnya.

Baca Juga  Saat Indonesia Selamat Kalau Jokowi Mundur

Dengan tertangkapnya pelaku penganiayaan ini, harapnya, masyarakat di Kota Ambon dihimbaunya untuk tidak terpancing dengan isu-isu menyesatkan.

”Masyarakat diharapkan tenang. Pelaku sudah berhasil ditangkap dan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai aturan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (keket)