Sempat Dibilang Gila, Gubernur Malut Yakini Keberkahan Al-Qur’an

oleh -87 views
Link Banner

Porostimur.com – Sofifi: Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Ghani Kasuba merasa tidak pantas menyelenggarakan even akbar Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional XXVI 2021 di Sofifi karena tidak fasilitas yang bisa dibanggakan di ibu kota provinsi itu.

Dia pun teringat kesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal rencana pembentukan ibu kota provinsi itu. Dia mengaku sempat dibilang gila oleh Presiden Jokowi karena berani membangun kecamatan menjadi ibu kota Provinsi Maluku Utara (Malut). Namun, berbekal keberanian dan dukungan semua pihak akhirnya bisa terwujud.

“Saya meyakini acara (STQ Nasional XXVI 2021) ini bisa digelar karena kebesaran dan keagungan Al Quran itu sendiri. Dan malam ini, Al-Quran akan terus berkumandang selama pelaksanaan STQ,” kata Abdul Ghani Kasuba di Sofifi, Sabtu malam (16/10).

Menurut dia, selama ini pelaksanaan STQ Nasional selalu digelar di tempat yang punya fasilitas memadai. Sementara di Sofifi tidak ada apa-apa. “Di Sofifi ini tidak ada hotel, dan tidak ada fasilitas yang bisa dibanggakan, orang bertanya apa mungkin bisa digelar di sebuah kota kecil yang pada awalnya adalah desa,” kata dia.

Akan tetapi berbekal keberanian dan optimisme yang tinggi, dia yakin bisa menyelenggarakan ajang tilawah Al-Quran tersebut. Hanya berbekal kekuatan dan spirit Al-Quran, pihaknya memberanikan diri untuk menjadi tuan rumah Seleksi Tilawatil Quran Nasional XXVI 2021 di Sofifi.

Baca Juga  Sukses Pelaksanaan STQH Nasional XXVI, Gubernur Malut: Mimpi yang Jadi Nyata

“Even nasional ini kami gelar di sebuah desa kecil bernama Sofifi, dengan segala keterbatasan fasilitas yang ada kami yakin even ini bisa terselenggara dengan baik,” katanya.

Dia menyampaikan hal itu pada pembukaan STQ Nasional XXVI yang dihadiri Menteri Agama Cholil Yaqut Qoumas, Ketua Dewan Hakim Said Agil Husin Al Munawar, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamarudin Amin, para kafilah dan undangan lainnya.

Dia menceritakan, dalam waktu delapan bulan, pihaknya mulai membangun fasilitas STQ. Salah satunya, Masjid Raya Shaful Khairaat. Pada kesempatan itu, dia juga memohon maaf jika sebagai tuan rumah tidak maksimal memberikan pelayanan kepada semua kafilah dan peserta.

Baca Juga  Gubernur Malut Lantik Enam Pejabat Tinggi Pratama

Sofifi ditetapkan menjadi Ibu kota Maluku Utara berdasarkan Undang-undang Nomor 46 Tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Buru, dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat. HIngga kini, sarana dan prasarana di sana masih terbatas. Meski begitu, Sofifi berani menggelar STQ Nasional XXVI 2021 yang diikuti 589 peserta dari seluruh provinsi di Tanah Air, 16-24 Oktober 2021.

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamarudin Amin menyampaikan, STQ Nasional memiliki empat cabang dan 10 golongan. Cabang tersebut yaitu pertama, Cabang Tilawah terdiri dari golongan dewasa putra putri dan anak-anak putra putri.

Kemudian kedua, Cabang Tahfidz ada lima golongan yaitu tahfidz 1 juz, 5 juz, 10 juz dan 30 juz masing-masing putra putri. Ketiga, Cabang Tafsir bahasa Arab putra putri dan keempat Cabang Hadist terdiri dari dua golongan 100 hadist pakai sanad dan 500 hadist tanpa sanad putra putri.

Baca Juga  Jubir Erick Thohir Soal Korupsi di Waskita Karya: Bukan Sesuatu yang Mengejutkan

“Penyelenggaraan STQ Nasional merupakan salah satu jalan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda kepada Al Quran sehingga lahir generasi unggul cerdas dan berakhlak mulia,” katanya.

Pada malam pembukaan selain juga ditampilkan haflah Al Quran oleh Ketua Dewan Hakim Said Agil Husin Al Munawar bersama Abdul Aziz. Kemudian pawai defile masing-masing provinsi, hiburan musik gambus oleh grup Debu hingga penampilan tari kolosal oleh pelajar setempat.

(red/iic)

No More Posts Available.

No more pages to load.