Seniman Maluku Bikin Lagu untuk Pahlawan Corona

oleh -568 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Gugurnya sejumlah tokoh di garis depan dalam menangani virus corona mendapat apresiasi seniman di Maluku.

Jurnalis yang juga penyair asal Maluku Rudi Fofid dan musisi raggae Rio Efruan, terpanggil membuat karya musik bagi orang-orang yang bekerja keras di garis depan demi menyelamatkan nyawa manusia akibat pandemi virus corona.

Para dokter terutama bahkan gugur dalam tugas karena mereka berada di ujung tombak. Kalau ini adalah perang, merekalah pasukan di garis depan.

“Hanya ada dua pilihan, mati atau menang”, kata Rudi.

Sebagaimana kita ketahui, di luar negeri maupun dalam negeri, korban dari kalangan pekerja kemanusiaan tidak terhitung.

Di Indonesia sejumlah dokter juga gugur karena terserang virus corona.

Baca Juga  Heboh RI Diserang Gelombang Panas, Begini Faktanya

Terdapat pula nama perempuan Maluku yakni Dokter Exenveny Lalopua, yang juga gugur dalam tugas.

Lagu yang diberi judul “Pahlawan di Garis Corona”, liriknya ditulis penyair Rudi Fofid, sedangkan musik dikerjakan Rio Efruan. Rio pula yang bertindak sebagai vokalis untuk lagu tersebut.

Sebelum ini, Rudi dan Rio beberapa kali bekerja sama untuk aksi sosial. Saat Gempa melanda Maluku dan ribuan orang mengungsi, keduanya membuat lagu “Memori Gempa”.

Lagu “Pahlawan di Garis Corona” diluncurkan melalui kanal youtube Rio Dafcar Efruan. (https://youtu.be/_RacUObbbzw)

PAHLAWAN DI GARIS CORONA

Karya: Rudi Fofid-Rio Efruan

kami angkat topi salut untuk ragamu
patriot berdiri di garis depan
untuk menjaga negeri ini
kami bungkuk badan hormat bagi jiwamu
pejuang bertahan sekeras baja

kami heningkan cipta kenang jasa-jasamu
ksatria relakan berlepas nyawa
kami heningkan cipta kenang jasa-jasamu
ksatria relakan berlepas nyawa
Tuhan slalu bersamamu

Refrein:
badai ini datang mendera
meraba, mewabah, menjerat, merenggut
orang-orang merintih dan meratap
di manakah sang penolong?

ternyata, Tuhan tetap menyapa
dalam rahasia bahasa cinta
ternyata Tuhan selalu sediakan
tiap zaman punya pahlawan

(keket/ebot)

Baca Juga  Kisah Liverpool Takluk dari Madrid di Anfield