Senin Besok, BEM Seluruh Indonesia Siapkan Demo dengan Tuntutan Tetap Tolak Revisi UU KPK

oleh -34 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Presiden Mahasiswa Trisakti, Dinno Ardiansyah mengatakan, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia akan melanjutkan aksi demo di depan Gedung DPR pada Senin (30/9/2019).

“Memang, ini lagi proses konsolidasi untuk kawan-kawan BEM aliansi mahasiswa seluruh Indonesia kita lagi proses konsolidasi untuk tanggal 30 akan seperti apa, apakah turun aksi ke DPR atau ada cara lainnya,” kata Dinno saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (28/9/2019).

Dinno mengatakan, aksi demo tersebut bertepatan dengan rapat paripurna terakhir anggota DPR periode ini. Untuk itu, pihaknya akan mengawal dan tetap menyampaikan penolakan terhadap RKHUP dan UU KPK.

“Tuntutan kami sama kayak kemarin iya, kita menolak RUU bermasalah dan kita tetap menolak UU KPK yang telah disahkan,” ujarnya.

Dinno berharap, aksi demo di depan gedung DPR itu nantinya dapat memberikan tekanan psikologi bagi pemerintah dan DPR agar segera mengambil keputusan Perppu untuk mencabut UU KPK.

Baca Juga  Jokowi Keseringan Unggah Foto Kegiatan Infrastruktur, Pengamat: Bapakkan Bukan Dipilih Jadi Menteri PUPR

“Mungkin dengan kita turun ke jalan lagi itu akan menjadi suatu tekanan psikologi untuk pemerintah untuk segera mengambil keputusan apakah Perppu akan segera diputuskan atau tidak,” ujarnya.

Demo mahasiswa Sulawesi Utara Rabu (25/9/2019)
Demo mahasiswa Sulawesi Utara Rabu (25/9/2019) (TRIBUN MANADO/FINNEKE WOLAJAN)

Tolak Undangan ke Istana

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sriwijaya (UNSRI) Ni’ Matul Hakiki Awan mengatakan, pihaknya tak mau menghadiri undangan Presiden Joko Widodo ke Istana Kepresidenan. Awan menegaskan, presiden agar memenuhi tuntutan mahasiswa soal undang-undang yang bermasalah.

“Kalau kami bukan ingin diundang. Kami ingin ada yang diubah dari UU yang bermasalah itu dan kami akan konsisten,” kata Awan dalam acara Kompas TV Gerakan Gen Z, Wajah Baru Demokrasi, Sabtu (28/9/2019).

Awan mengatakan, sama seperti mahasiswa di ibu kota Jakarta, mahasiswa di daerah juga akan terus melakukan demo menolak RKHUP dan UU KPK sampai pemerintah mengambil sikap. “Kalau kami akan turun sampai yang kami inginkan dituruti,” ujarnya.

Baca Juga  Jelang HUT Bhayangkara Ke-47, Polres Kepulauan Sula Gelar Baksos di Sejumlah Masjid

Sementara itu, Ketua BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Abdul Basit menegaskan, tuntutan mahasiswa sudah jelas bahwa meminta presiden menerbitkan Perppu UU KPK. Ia mengatakan, pihaknya akan terus turun melakukan aksi demo untuk menyampaikan aspirasi rakyat

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia mengatakan, bersedia bertemu presiden apabila pertemuan dilakukan secara terbuka alias dapat disaksikan langsung masyarakat luas.

Pada hari yang sudah dijadwalkan, pertemuan tersebut batal. Pihak istana membantah batalnya pertemuan karena persyaratan yang diajukan oleh mahasiswa. 

©2019 Merdeka.com/Muhammad Permana

Tudingan Ditunggangi Itu Isu Lama

Mengutip Kompas.com, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade tak percaya sejumlah mahasiswa yang demo di depan gedung DPR terkait penolakan RKUHP dan UU KPK ditunggangi oleh pihak tertentu.

Andre mengatakan, tudingan aksi demo mahasiswa telah ditunggangi oleh pihak tertentu adalah isu lama yang sering diulang.

Baca Juga  Stok sembako aman, Pemprov sikapi spekulan nakal

“Saya yakin tidak ada yang menunggangi (aksi demo mahasiswa) isu mahasiswa ditunggangi itu adalah isu lama,” kata Andre dalam acara Kompas TV “Gerakan Gen Z, Wajah Baru Demokrasi”, Sabtu (28/9/2019).

Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa se-Universitas Indonesia melakukan aksi terkait teror terhadap dua pimpinan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Senin (14/1/2019). Aksi tersebut untuk menuntut pihak kepolisian agar secara serius mengambil langkah taktis menguak berbagai kasus teror yang menimpa KPK. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa se-Universitas Indonesia melakukan aksi terkait teror terhadap dua pimpinan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Senin (14/1/2019). Aksi tersebut untuk menuntut pihak kepolisian agar secara serius mengambil langkah taktis menguak berbagai kasus teror yang menimpa KPK. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Andre mengatakan, sejumlah mahasiswa yang berdemo tentu dikoordinir oleh presiden mahasiswa (Presma) sesuai universitas masing-masing.

“Saya percaya bahwa mahasiswa yang berdemonstrasi sekarang mereka adalah dipimpinan presiden mahasiswa, adalah dari dari badan formal dari BEM, bukan badan informal,” ujarnya.

Andre mengatakan, mahasiswa tidak perlu takut dituduh ditunggangi oleh pihak tertentu. Ia mengingatkan, agar aksi demo mahasiswa dilakukan sesuai koridor.

“Saya rasa teman-teman terus saja berjuang sesuai koridor teman-teman, yang diyakini percayalah mahasiswa kalau murni gerakan nya pasti didukung rakyat,” ujarnya. (rtl/red/ttn/kcm)