Djati mengakui terjadi penurunan kejadian gempa bumi di 2024 dibandingkan tahun 2023, walau di periode Oktober -Desember 2024 lebih tinggi dibandingkan bulan lain.
Tetapi jika dilihat dari seismisitas tahun 2023 di bulan November terjadi 500 kejadian gempa, sedangkan di tahun 2024 sebanyak 245 kejadian.
Ia menyatakan, angka-angka ini mengingatkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan edukasi dalam menghadapi potensi bencana.
“Dengan semangat menyambut tahun 2025, mari bersama melangkah lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih siap. Tidak hanya meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga mempererat kerja sama untuk membangun masa depan Maluku yang lebih aman. Semoga semakin banyak terbentuk desa-desa di Kota Ambon dan Provinsi Maluku yang akan menjadi ‘Desa Ready Tsunami Comunity’ seperti Desa Galala dan Hative Kecil yang telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO,” ujarnya. (red/ant)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









