Seroboti tanah yang sudah dijual, Keliombar dipolisikan

oleh -59 views
Link Banner

@PorosTimur.com | Ambon :Dikarenakan tidak mengindahkan perjanjian jual beli tanah yang sudah disepakati, Inspektur Satu (Iptu) Tjomas Keliombar pun dipolisikan oleh Herri Setiabudi Lauw, pekan kemarin.

Pasalnya, sebidang tanah yang terletak di Jl. O.T. Pattimapauw Talake, RT/RW.005/002, Kelurahan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe itu, sudah dijual yang bersangkutan kepada Lauw, namun kembali melakukan penyerobotan lahan dimaksud.

Mirisnya lagi, yang bersangkutan justru menyuruh masyarakat melakukan pembangunan di atas lahan dimaksud.

Hal ini dibenarkan Herri Setiabudi Lauw, yang didampingi Kuasa Hukumnya, Ongky Hattu,SH, saat berhasil dikonfirmasi wartawan.

Link Banner

Menurutnya, Keliombar yang adalah mantan Kapolsek Elpaputi, Kabupaten SBB itu diduga sudah melakukan penipuan, penyerobotan, dan penggelapan hak atas tanah dimaksud.

Baca Juga  Kasus tukang ojek pengguna narkoba di-tahap II-kan

”Sebagai orang yang benar-benar berhak atas lahan tersebut, merasa dirugikan secara matril maupun in matril. Oleh karena itu, saya melaporkan saudara Thomas Keliombar ke Direskrimum Polda Maluku,” ujarnya.

Sementara Hattu menegaskan bahwa perjanjian jual beli di antara keduanya sudah dilakukan dengan bukti pembayaran awal (panjar) tertanggal 1 April 2017 lalu.

Secara hukum, akunya, sudah terjadi proses jua-beli atas bidang tanah antara korban dengan terlapor (Keliombar-Red).

Bahkan, jelasnya, terjadi proses penyerahan uang yang diterima secara langsung oleh terlapor, dan sudah dijadikan bukti terlampir dalam laporan polisi yang diajukan kliennya.

”Memang objek tersebut terletak di Jl. OT. Pattipaipauw Talake, RT/RW.005/002. Kelurahan Wainitu, Kecamtan Nusaniwe Kota Ambon. Bidang tanah yang sudah dibeli oleh klien saya, dan uangnya sudah diterima langsung oleh terlapor. Koq, bisa dia kembali melakukan pembangunan di lahan tersebut. Itu kan tidak adil dan sangat tidak menghargai perasaan orang. Bahkan dia (terlapor) menyuruh warga membangun di tanah yang dijual itu,” tegasnya.

Baca Juga  3 penjual burung cendrawasih diringkus Polres Aru

Untuk pelunasan sisa penjualan tanah dimaksud, terangnya, akan dilakukan setelah terlapor melakukan pemisahan tanah dimaksud dari bidang tanah miliknya.

Sayangnya, sampai saat ini pemisahan tanah dimaksud tak kunjung dilakukan terlapor.

Bahkan, tambahnya, terlapor malah melakukan pembangunan diatas objek tanah dimaksud.

”Sebagai anggota Polisi pasti dia paham hukum, dan tindakannya jelas-jelas dia (terlapor) sangat tidak paham terhadap hukum karena tindakanya. Saya sudah mencoba melalui orang suruhan saya untuk melarang terlapor untuk tidak melakukan aktivitas di atas objek yang sudah menjadi milik korban. Akan tetapi, terlapor terus melakukan kegiatan pembangunan di atas lahan tersebut. Ini kan suatu tindakan egois dan tidak menghargai perasaan orang. Saya bersama klien saya tidak main-main. Kami tetap bertekad untuk proses hukum hingga ke persidangan nanti,” pungkasnya. (team)