Setahun Jadi Tersangka KPK, Jhon Alfred Masih Melenggang Bebas

oleh -110 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

Porostimur.com | Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga saat ini belum menahan Alfred Hongarta alias Hong Arta alias Jhon Alfred.

Padahal KPK telah menetapkan Komisaris sekaligus Dirut PT Sharleen Raya JECO Group itu sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan milik Kementeriaan PUPR di Maluku.

Hong Artha ditetapkan sebagai tersangka pada 2 Juli 2018, silam. Namun, sejak ditetapkan sebagai tersangka setahun silam, KPK belum melakukan penahanan terhadap Hong Artha.

Link Banner

Ia diduga secara bersama-sama memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara. Janji atau uang yang diberikan tersebut diduga untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan jabatannya.

Baca Juga  Tingkatkan Pelayanan Maksimal Kepada Masyarakat Polres MTB Berbenah

Salah satu penyelenggara yang diduga menerima suap dari Hong Artha yakni, Kepala Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary. Amran diduga menerima uang sebesar Rp8 miliar dan Rp2,6 miliar dari Hong Artha.

Atas perbuatannya, dia disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Hong Artha merupakan tersangka ke-12 setelah sebelumnya KPK menetapkan 11 orang lainnya.

Dalam kasus ini, Amran telah divonis 6 tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider 4 bulan kurungan karena menerima Rp2,6 miliar, Rp15,525 miliar dan 202.816 dolar Singapura.

Baca Juga  Mahasiswa Jangan Gentar! Dandhy: Soeharto Saja Bisa Jatuh dalam 12 Hari

Selain itu, Damayanti juga telah divonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti menerima 278.700 dolar Singapura dan Rp1 miliar.

Pelaku lain, Bupati Halmahera Timur non aktif Rudy Erawan pun telah divonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Hakim menyatakan Rudy terbukti menerima suap Rp 6,3 miliar dari Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary.

 Dari penelusuran Porostimur.com, 11 orang yang dijerat KPK tersebut sudah divonis bersalah dan dijebloskan ke penjara.

Sementara Alfred Hongarta alias Hong Arta alias Jhon Alfred, hingga mini masih menghirup udara bebas. (Red/kcm/koi/ipc)

Baca Juga  DPW PKS Malut Rekom Nama Balon Cakada 8 Daerah ke DPP