Setelah Muslim Uighur, Pemerintah China Kini Mulai Sasar Umat Kristiani

oleh -174 views
Link Banner

@porostimur.com | Beijing: Pemerintah China kembali melakukan kontroversi. Setelah sebelumnya mendiskriminasi dan genosida secara perlahan terhadap muslim di Uighur, kini Pemerintah Pusat China memerintahkan pemerintah daerahnya untuk memonitor dan menghitung jumlah penduduk yang memiliki keyakinan Kristen.

Dilansir RMOL mengutip premier, Jumat (26/7), pemerintah lokal diperintah untuk melaporkan hasil monitor terhadap warga Kristen di China sebanyak dua kali sehari.

“Ini seperti hidup kami terancam. Setelah melaporkan seseorang, kami (pemerintah lokal) harus membatasi pergerakan mereka dan melaporkan situasi mereka setiap hari”, ujar pemerintah lokal di sana.

Tindakan ini seakan mencerminkan sikap China yang tak mengindahkan hak asasi manusia terhadap warganya. Terlebih, dalam beberapa bulan terakhir Partai Komunis China mulai menindak dan memonitor warga yang percaya kepada Tuhan.

Baca Juga  Kapolda Maluku & Pangdam XVI Pattimura Hadiri Undangan Silaturahmi DPRD Provinsi Maluku

Pemerintah lokal di Henan juga membenarkan hal ini. Dikatakan, setiap hari pemerintah bertanya tentang kepercayaan kepada warganya.

Link Banner

Bahkan jika dalam laporan Pemda tak ada satupun warga beragama Kristen, maka laporan tersebut dianggap pemerintah pusat sebagai kebohongan dan manipulasi data. Imbasnya, akan ada hukuman yang di layangkan pemerintah pusat kepada pemda.

Diminta Ganti Foto Yesus dengan Foto Presiden Xi Jinping

Ribuan umat Kristiani di sebuah desa miskin yang terletak di tenggara China telah menukarkan foto Yesus di tempat mereka dengan potret Presiden Xi Jinping.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program bantuan kemiskinan pemerintah daerah yang berusaha untuk “mengubah orang-orang percaya kepada agama menjadi orang-orang percaya kepada partai”.

Berlokasi di pinggir Poyang, danau terbesar China, desa Yugan yang terletak di provinsi Jiangxi dikenal sebagai desa miskin yang dihuni oleh komunitas Kristiani.

Baca Juga  Musda Partai Golkar Kepulauan Sula, Ahkam Gajali Terpilih Secara Aklamasi

Data pemerintah daerah setempat menunjukkan, lebih dari 11% dari populasi penduduknya yang mencapai 1 juta orang, berada di bawah garis kemiskinan. Sedangkan hampir 10% dari populasinya adalah beragama Kristiani.

Namun saat pemerintah daerah melipatgandakan upayanya untuk mengurangi kemiskinan, banyak warga yang diberitahu untuk menurunkan gambar Yesus, salib dan bait Injil yang berbentuk hiasan di rumah mereka.

Sebagai gantinya, mereka harus menggantung potret Xi, sebuah praktek yang mengingatkan kembali ke era pengkultusan seseorang di China yakni Mao Zedong. (red/rmol/pc)