Shell Mau Angkat Kaki Dari Masela, Begini Tanggapan Pertamina dan SKK Migas

oleh -145 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Royal Dutch Shell Plc. (Shell) dikabarkan berniat melepas hak partisipasi yang dimiliki pada Blok Masela, proses diskusi dengan Inpex Corporation pun masih berlangsung.

Di sisi lain, PT Pertamina menanggapi soal kemungkinan masuk ke dalam proyek yang ditargetkan onstream pada 2027 mendatang.

“Untuk hal ini, kami perlu melihat situasi dengan Inpex-Shell seperti apa, dan pastinya perlu kajian lebih lanjut,” terang VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman kepada Kontan.co.id, Senin (6/7). Ia menambahkan, dampak pandemi Covid-19 memang juga turut dirasakan oleh Pertamina.

Mengatasi hal tersebut, ia memastikan sejumlah upaya antisipasi dilakukan oleh Pertamina termasuk melalui penyesuaian target hulu migas, penyesuaian operasional kilang sesuai demand hingga penyesuaian investasi dan juga beban lainnya sesuai dengan prioritas dan terkait langsung dengan kegiatan operasional perusahaan.

Link Banner

Sebagaimana diketahui, hak partisipasi Blok Masela sebesar 35% dimiliki Shell dan 65% oleh Inpex Corporation.

Baca Juga  Kemanag Maluku Minta Dukungan Pemprov dan TNI/Polri Tertibkan Ibadah Berjamaah di Masjid

SKK Migas: Diskusi masih berlangsung, Inpex jalan terus

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan diskusi mengenai kelanjutan kerjasama Blok Masela antara Inpex Corporation dan Shell sedang dilakukan.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno bilang negosiasi antara kedua belah pihak masih berlangsung. Sekalipun nantinya Shell jadi hengkang, Inpex dipastikan akan tetap melanjutkan proyek Blok Masela.

“Sampai hari ini belum hengkang, masih diskusi b to b dengan Inpex. Inpex jalan terus, proyek harus jalan meskipun tertatih apalagi ada pandemi covid-19,” ungkap Julius kepada Kontan.co.id, Senin (6/7/2020).

Julius melanjutkan tidak menutup kemungkinan proses negosiasi bakal menimbulkan kalkulasi ulang untuk nilai investasi. Hal ini didukung pula dengan situasi dan kondisi yang terjadi terlebih pengerjaan proyek pun belum berjalan sepenuhnya.

Baca Juga  Angkatan 017 Bagi Masker & Bapok di Sanana

Ia menambahkan, SKK Migas telah mengirimkan surat untuk melengkapi permintaan pembukaan data room oleh Shell. Shell pun disebut juga tengah mencari partner untuk pengalihan hak partisipasi. Asal tahu saja Shell memegang 35% hak partisipasi dan 65% lainnya oleh Inpex Corporation. Julius pun belum bisa memastikan proses negosiasi antara kedua belah pihak.

Manajemen Shell yang dihubungi juga masih enggan memberikan tanggapan seputar kabar hengkangnya Shell dari proyek dengan nilai investasi mencapai US$ 20 miliar tersebut. (red/rtm/kontan)