Short Shorts Film Festival 2021 Digelar Secara Hibrida

oleh -13 views
Link Banner

Porostimur.com | Tokyo: Salah satu festival film pendek terbesar di Asia, Short Shorts Film Festival (SSFF) dibuka pada hari Jumat (11/6) dalam format hibrida yang menggabungkan pemutaran di tempat-tempat di Tokyo dan daring di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung. Festival menawarkan penonton kesempatan untuk melihat berbagai cerita, dari kehidupan di tengah pandemi virus corona hingga perjuangan para migran.

“Kami ingin menyampaikan masa depan hiburan dan film dengan benar-benar mengadakan festival (dan bukan hanya secara virtual), meskipun beberapa daerah masih berada dalam keadaan darurat di Jepang,” kata Tetsuya Bessho, aktor Jepang yang mendirikan Short Shorts Film Festival dan Asia pada tahun 1999, pada upacara pembukaan acara, dikutip dari Kantor Berita Kyodo, Sabtu.

Baca Juga  Bendera Indonesia Dilarang Berkibar saat Timnas U-23 Hadapi Australia

Festival film ini adalah satu-satunya festival film pendek internasional di Asia yang memenuhi syarat untuk menominasikan empat film untuk bersaing di Academy Awards tahun berikutnya.

Perhelatan kali ini akan menampilkan sekitar 250 film dari sekitar 120 negara dan wilayah yang berbeda hingga 21 Juni, sambil menampilkan untuk pertama kalinya film yang diambil menggunakan ponsel pintar (smartphone).

Upacara pembukaan yang juga disiarkan langsung di internet, juga dihadiri oleh selebriti Jepang, termasuk aktor Takayuki Yamada, yang memainkan peran utama dalam drama hit Netflix “The Naked Director”.

Lima penghargaan telah diberikan, termasuk satu untuk film berjudul “Shut Up” yang menerima Shibuya Diversity Award. Penghargaan ini mengakui sebuah karya untuk keragaman dan inklusi, dengan konsep seperti itu yang dipromosikan oleh lingkungan Shibuya di Tokyo.

Baca Juga  FPKT Tolak Kebijakan Bupati Halbar Terkait Enam Desa

Film berdurasi sekitar 16 menit karya sutradara Israel Noa Aharoni Maor ini menceritakan kisah seorang gadis berusia 12 tahun yang malu dan berjuang dengan Sindrom Tourette.

Save the Earth! Minister’s Award diberikan kepada film animasi berjudul “Sad Beauty” yang menggambarkan seorang wanita muda yang berduka atas hilangnya spesies hewan di dunia yang sangat tercemar dan bagaimana alam tampaknya mengiriminya pesan dalam halusinasinya.

Beberapa film telah memiliki pemutaran lanjutan secara daring untuk penonton global sejak 27 April dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 Juni.

(red/jpnn)

No More Posts Available.

No more pages to load.