Siap Maju di Pilgub Sulsel 2022, Nurdin Halid: Jaringan Saya Tetap Solid.

oleh -51 views
Link Banner

Porostimur.com | Makassar: Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2022 sudah dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Draf pilkada sudah dalam pembahasan, jika disetujui DPR RI, maka pilkada yang seharusnya digelar di 2023 mendatang dimajukan setahun.

Menanggapi hal tersebut, politikus Partai Golkar Nurdin Halid menyatakan kesiapannya bertarung kembali jika ditugaskan oleh partainya.

Nurdin Halid menuturkan, tidak ada kata menolak bagi seorang petarung jika diminta maju oleh masyarakat Sulawesi Selatan.

“Apabila partai menugaskan dan rakyat Sulsel menghendaki, sebagai seorang petarung dan pengabdi untuk negeri tidak ada kata menolak,” kata Nurdin Halid kepada Tribun.

Pria kelahiran Watampone 17 November 1958 menyampaikan jaringan politiknya masih tetap solid hingga saat ini.

“Jaringan saya tetap solid,” ujarnya.

Nurdin Halid adalah kontestan Pilgub Sulsel 2018 lalu.

Baca Juga  Kerahkan AWC, Polres Ternate Semprot Disinfektan di Jalanan Kota

Ketika itu, NH yang berpasangan dengan Aziz Qahhar Mudzakkar meraih 1.162.751 suara atau 27,32 persen suara.

Mereka dikalahkan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman yang keluar sebagai pemenang dan saat ini menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel.

Partai Golkar adalah partai pemenang pemilihan legislatif tingkat provinsi di Sulawesi Selatan tahun 2019.

Partai berlambang pohon beringin itu meraih 13 kursi parlemen dan mendudukkan kadernya sebagai Ketua DPRD Sulsel.

Sementara itu Sekretaris DPD Gerindra Sulsel Darmawangsyah Muin merespon positif jika Pilgub Sulsel dan sejumlah pilkada serentak dimajukan ke tahun 2022.

Ia menilai usulan itu bisa menghemat anggaran penyelenggaran pilkada serentak jika drafnya disahkan.

“Saya pikir kalau itu diselenggaran serentak bagus, karena bisa hemat keuangan daerah lebih banyak, karena tentu pelaksaan serentak ya efisiensi,” katanya.

Baca Juga  4 bulan, TPID Provinsi Maluku berhasil tekan inflasi

Wakil Ketua DPRD Sulsel ini mengatakan, jika peluang itu terwujud maka setiap kandidat gubernur maupun bupati sudah harus menyiapkan strategi.

“Tentu siapapun mau maju calon gubernur harusnya sudah siap dengan segala kondisi, tidak perlu ada yang mempermasalahkannya dimajukan atau dimundurkan,” kata pria yang akrab disapa Wawan ini,

Wawan selaku Sekretaris Gerindra Sulsel mengaku tidak mempermasalahkan usulan percepatan Pilgub Sulsel dan sejumlah pilkada serentak itu jika mampu menghemat anggaran.

Ia menilai DPR RI dan pemerintah sedang mencari titik temu untuk penyelengaran pilkada lokal dan pemilu legislatifnya secara serentak.

“Gerindra tidak ada masalah, melihat efisiensi kami setuju. drafnya kan masih ancang-ancang bisa jadi bisa tidak,” bebernya.

“Itu semua tujuannya, DPR RI sementara cari titik temu, di mana untuk serentak pilkada lokal dengan legislatifnya, pusat ya pusat,” tandasnya.

Baca Juga  Imbas Corona, KPU Tunda 3 Tahapan Pilkada 2020

Tunggu Perintah Prabowo Subianto

Sekretaris DPD Gerindra Sulsel Darmawangsyah Muin enggan berspekulasi soal kandidat yang akan diusung jika Pilgub Sulsel dimajukan ke tahun 2022.

Wawan beralasan, pengusungan kandidat untuk Pilgub Sulsel adalah wewenang Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

“Untuk Pilgub Sulsel langsung ketua umum yang tentukan, kami tidak pada posisi berandai andai siapa yang akan diperintahkan maju mengendarai Gerindra,” ucap Wawan.

Dalam Pilgub Sulsel 2018 lalu, Partai Gerindra berkoalisi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Koalisi tiga partai dengan 19 kursi ketika itu mengusung pasangan Agus Arifin Nu’mang (Wakil Gubernur 2008-2018) – Tanribali Lamo. (red/tribunmakassar)