Siapakah Guru Itu

oleh -46 views

Oleh: Qaimah Umar Baidhowi, Guru SD di Bekasi

Dari sekian banyak cerita tentang guru, tertata dalam hati dan pikiran setiap orang, ternyata kita belum juga bisa mengerti makna guru yang sesungguhnya.

Perdefinisi, guru itu adalah makhluk Tuhan yang harusnya digugu dan ditiru. Tetapi mengapa banyak guru masih menunjukkan nir-keteladanan?

Keteladanan sejatinya adalah esensi yang harus dimiliki setiap guru. Sebagai transmisi pikiran yang mengalir deras ke relung hati para siswa, keteladanan adalah wujud nyata bahwa guru itu satu kata dan tindakan karena ada bekal ilmu. Sepintar apapun guru, jika minus keteladanan, maka ilmu seorang guru tak mungkin berjalan menuju kebermanfaatan bagi siswa dan siswi mereka.

Guru itu bukan profesi, bukan juga pekerja. Jika masih banyak guru menganggap dirinya sebagai profesional dan atau pekerja, maka sesungguhnya guru itu bukan guru sesungguhnya.

Guru adalah beruf, calling, atau panggilan jiwa. Seorang guru wajib mengerti mengapa menjadi guru melulu tentang ujian kesabaran dan keikhlasan hati. Tanpa keduanya, guru jelas akan menjadi benda mati.

Konon, ada cerita tentang penciptaan guru. Berbeda dengan suasana ketika Tuhan menciptakan manusia, menciptakan guru perlu dialog dan melakukan serangkaian FGD cukup panjang dengan para malaikat.

Awalnya Tuhan menciptakan guru dengan 8 tangan dan 4 kepala. Ketika ditanya oleh malaikat mengapa begitu, Tuhan menjawab karena guru perlu melayani banyak siswa sehingga perlu 8 tangan dan 4 kepala agar siswa menjadi lebih cepat pintar karena terlayani dengan baik. Setelah kritik malaikat, Tuhan akhirnya mengembalikan seperti bentuk manusia pada umumnya.

Baca Juga  Real Count KPU 43% DPD RI Dapil Malut: Natali Lambung Makmurdin Mus-Namto

Namun pada kesempatan kedua, akhirnya Tuhan memasukkan cairan lebih banyak ke dalam tubuh guru. Lantas malaikatpun memprotes lagi, mengapa guru sangat lembek dan cepat basah. Protes malaikat kali ini tak didengarkan Tuhan, melainkan tetap dalam tubuh guru ada begitu banyak cairan.

Kata Tuhan kepada malaikatnya, Aku sengaja memasukkan cairan, dan itu adalah air mata. Guru, kata Tuhan kepada malaikat, sangat membutuhkan air mata untuk menampung semua masalah yang dirasakan oleh para siswanya. Ketika keluar, airmata itu menjadi penanda bahwa dia bisa sedih karena gagal mendidik siswanya, atau airmata bahagia karena lebih banyak siswanya yang berhasil dan sukses dengan menjadi manusia seutuhnya. Dan yang paling penting, air mata dibutuhkan guru untuk mengadu kepada Tuhan agar diberi petunjuk dalam mengajar dan mendidik lebih baik lagi dan lebih baik seterusnya. Air mata guru mengandung harapan, kecemasan, kebahagiaan dan peneguh untuk terus bertahan agar jiwa, hati dan pikiran tak jadi kering karena terhimpit rasa bosan dan kesal.

Baca Juga  8 Cara Mengetahui Selingkuhan Mencintai Kita atau Tidak

Selamat hari guru kepada semua rekan guruku se Indonesia, di manapun Anda berada. Saya bangga terlahir sebagai guru yang dituntut untuk selalu belajar dan belajar. Dirgahayu Guru Indonesia.

Bekasi, 25 November 2023

No More Posts Available.

No more pages to load.