Sibuk Dengan Ibukota Baru dan Remehkan Isu Papua, Jokowi Dianggap Tak Arif

oleh -151 views
Link Banner

Di tengah situasi Papua yang terus memanas, Presiden Jokowi justru sibuk dengan wacana pemindahan Ibukota negara ke Kalimantan Timur.

Sikap Jokowi ini pun sontak mendapat kritikan. Adalah Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin, yang menilai Jokowi menganggap remeh persoalan Papua dengan menyuarakan perpindahan ibukota ke Kalimantan Timur (Kaltim).

“Jangan kemudian menganggap remeh. Perasaan saya mengemukakan soal pemindahan ibukota ini terkesan meremehkan masalah Papua di depan mata, ini tidak baik, tidak arif dan bijaksana,” tegas Din usai jumpa pers Rapat Pleno ke-35 Dewan Pertimbangan MUI, di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (28/8).

Menurut Din, problem Papua harus diselesaikan lewat cara dialogis, persuasif namun berkeadilan.

“Jangan kepada pihak ini begini, jangan kepada pihak lain kemudian caranya lain, kalau tidak ada keteradilan dari sikap penegakan pemerintah ini, ini juga potensial menggangu kerukunan. Saya kira soal pemindahan ibu kota itu kan bisa ditunda,” demikian Din seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut ada provokator saat terjadi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Deiyai, Papua, Rabu (28/8/2019).

Baca Juga  Diduga Selingkuh, Dua Oknum Polisi di Polda Malut Terancam Dipecat

Moeldoko menilai kondisi di Papua saat ini tidak terlepas dari kelompok poros politik dan bersenjata.

“Ya memang ada (provokator) Memang ada. Jadi sering saya katakan memang poros gerakan politiknya sedang masif. Sekarang betul-betul sedang masif,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/8). (RTL/red/RMOL/CNN)