SIEJ: Maluku Utara Butuh Protokol Penanganan Peliputan Covid-19

oleh -445 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: The Society of Indonesian Jounalists (SIEJ) Simpul Malut mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk menerapkan protokol keamanan dalam liputan Covid-19

Hal ini mengingat virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 terus menyebar ke berbagai kota di Indonesia, tak terkecuali di Maluku Utara.

Data yang diperoleh porostimur.com dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Maluku Utara, tercatat hingga 28 Maret 2020 tercatat telah ada 1 orang positif, 171 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 6 Pasien Dalam Pemantauan (PDP), dan ribuan orang melakukan isolasi diri secara mandiri.

Kordinator The Society of Indonesian Jounalists (SIEJ) Simpul Malut, Budi Nurgianto, Ahad (29/03/2020) mengatakan, penanganan protokol keamanan peliputan Covid-19 di lingkungan pemerintahan Malut, penting dilakukan dengan tujuan melindungi keselamatan jurnalis dalam bekerja.

“Protokol ini juga sebagai langkah antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19, yang kita tahu jurnalis bekerja dan berada di area berisiko yang rentan,” ujar Budi.

Baca Juga  Jelang Kampanye Pilkada Kepuluan Sula, Zulfahri Abdullah Akui Tak Punya Persiapan Khusus

Budi menyebutkan beberapa poin protokol keamanan saat meliput:

Pertama, Menghindari siaran dengan model tatap muka. “Siaran pers dengan model tatap muka disarankan hanya dilakukan dalam kondisi mendesak dan harus menerapkan social distancing dengan jarak minimal 1 meter, untuk para jurnalis dengan narasumber,” tulis Budi.

Kedua, Siaran pers tatap muda bisa diganti dengan live straming, perekaman video, foto, dan teks disertai catatan keterangan dan hak cipta sumber yang disiarkan.

Ketiga, memastikan humas atau komunikasi lembaga terkait bisa respon dengan cepat untuk melayani wawancara lewat telepon atau komunikasi yang lain yang dilakukan jurnalis.

Keempat, setiap siaran pers yang dilakukan secara live treaming dimungkinkan para jurnalis melakukan tanya jawab dengan narasumber.

Baca Juga  Pemuda Gereja Bersihkan Tumpukan Koran Bekas Sholat Idul Fitri di Stadion Gelora Kie Raha

Kelima, dalam melakukan siaran pers tatap muka secara mendesak, diminta untuk tidak melakukan atau menghindari praktik jabat tangan.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartan Indonesia (PWI) Malut, Syafrudin Ganda kepada cermat mengatakan, saat ini, harus menguatkan kesadadaran bersama, untuk memutuskan mata rantai penyebaran Virus Corona.

“Tidak harus saling menyalahkan. Respon cepat pemerintah sebagai pengambil keputusan juga sangat dibutuhkan,” katanya.

Selain itu, ia mengimbau, agar jurnalis, saat bekerja, tetap menerapkan social distancing, menjaga jarak aman, Wajib menggunakan masker standar sesuai rekomendasi tim medis saat melakukan peliputan, memastikan kondisi tubuh baik saat turun lapangan, dan menghindari keramaian.

“Meskipun saat saat konferensi pers dengan Gugus Tugas Penangan Covid-19, di ruangan tersebut, wajib untuk kita semua menjalankan social distancing. Baik itu anggota gugus tugas maupun jurnalis,” ujar Syafrudin. (red)