Siklon Tropis Kammuri Picu Gelombang Tinggi di Pulau Buru

oleh -24 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Siklon tropis Kammuri mengakibatkan beberapa daerah di Indonesia mengalami air pasang laut. Di Kabupaten Buru, Maluku, sedikitnya 300 warga di desa Bara Kecamatan Airbuaya dan Desa Wamlana, Kecamatan Fenaleisela mengalami dampak air pasang laut.


Dampak siklon Kammuri dibenarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru Hadi Zulkarnaen, saat dikonfirmasi , Jumat (6/12/2018).

Berdasarkan hasil pendataan, 105 jiwa warga Desa Bara, Kecamatan Airbuaya terdampak bencana alam tersebut.

Jurnalis porostimur.com di Namlea, melaporkan empat rumah di desa ini rusak berat dan satu lainnya rusak ringan. Di Dusun Siompo, Desa Wamlana, Kecamatan Fena Laisela, sekitar 200-an jiwa warga terdampak dan empat unit rumah rusak berat.

Link Banner

Data Stasiun Meteorologi Pattimura BMKG Ambon juga menunjukkan, air laut pasang dipengaruhi siklon tropis Kammuri di Filipina.

Baca Juga  Gempa M 5,3 Guncang Labuha Maluku Utara

“Badai besar atau sering disebut topan seperti siklon tropis Kammuri menyebabkan angin yang kuat dan terdorong ke daerah pesisir,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Oral Sem Wilar.

Angin tersebut memaksakan permukaan air laut ke daerah pesisir pantai sehingga menyebabkan banjir atau pasang air laut. “Itu juga disebut storm surge. Ini sangat berbahaya bagi masyarakat yang mendiami daerah pesisir,” kata Oral Sem Wilar.

Air pasang laut juga sempat terjadi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, air pasang laut yang mengalir ke Sungai Kapuas dengan ketinggian 1,7 meter.

“Biasanya pasang maksimum air Sungai Kapuas sekitar 1,6 meter, tetapi bila mengutip data BMKG Maritim Pontianak, diperkirakan ketinggian bisa lebih tinggi,” kata Edi Rusdi Kamtono.

Baca Juga  Bersihkan opini disclaimer, Pemkab Bursel cek kendaraan dinas

Edi menuturkan, sekitar 55 persen daerah Kota Pontianak memang rawan tergenang di musim hujan yang disertai air pasang tertinggi di Sungai Kapuas. Sungai ini berada di tengah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat ini.

“Air pasang tertinggi di Sungai Kapuas sekitar 1,6 meter, sementara sekitar 55 persen wilayah Kota Pontianak di bawah itu sehingga rawan tergenang di musim hujan dan saat bersamaan air pasang tertinggi,” tuturnya.

Hal itu menjadi permasalahan Kota Pontianak. Daratan di kota ini lebih rendah dari air pasang laut. Bila hujan deras dan air pasang laut datang bersamaan, dipastikan akan terjadi banjir.

Guna mencegah hal itu, setiap hari dilakukan normalisasi saluran-saluran parit yang ada di Kota Pontianak, seperti membersihkannya dari rumput dan mengambil lumpur-lumpur sehingga parit tidak dangkal. Di kota ini ada 129 parit primer (parit besar), ratusan parit sekunder, dan parit tersier sepanjang 16 kilometer. (red/rtl/ima)