Porostimur.com, Ambon – Dentuman yang tak terdengar, tapi mengguncang kesadaran. Itulah semangat di balik simulasi tanggap darurat gempa bumi yang digelar oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon. Kegiatan ini digelar sebagai respons cepat atas gempa bermagnitudo 4,7 SR yang menggoyang Kota Ambon, Selasa (15/7/2025), meski tanpa kerusakan maupun korban.
Gempa yang berpusat di laut, 35 km tenggara Ambon, memang hanya terasa ringan. Namun, getarannya cukup untuk mengingatkan bahwa bencana bisa datang kapan saja. Dan di balik jeruji pembinaan, kesiapsiagaan tetap harus ditanamkan.
Langkah Nyata, Bukan Sekadar Formalitas
Dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pengawasan dan Penegakan Disiplin (Wasgakin), Safah, seluruh anak binaan dan petugas jaga mengikuti simulasi dengan tertib. Mereka diarahkan ke titik kumpul di area lapangan terbuka, menjalankan protokol keselamatan sebagaimana mestinya.
“Simulasi ini bukan hanya bentuk latihan, tetapi pembelajaran nyata bagi anak-anak agar sigap, tenang, dan tahu apa yang harus dilakukan jika bencana benar-benar terjadi,” ujar Safah.
Di LPKA, pembinaan tak hanya tentang perbaikan sikap dan pendidikan formal. Keselamatan dan kesadaran terhadap potensi risiko alam pun menjadi bagian penting dari proses rehabilitasi.









