Sinopsis Ben & Jody, Hidup Mati Dua Sahabat Lawan Mafia Tanah

oleh -4 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Film Ben & Jody merupakan kelanjutan dari kisah persahabatan dua barista, Ben dan Jody, kini harus berhadapan dengan mafia tanah yang berusaha mengambil lahan warga. Berikut sinopsis Ben & Jody yang tayang mulai Kamis (27/1) di bioskop.

Setelah berhasil mendirikan kedai kopi bersama sahabatnya, Jody (Rio Dewanto) memutuskan pulang ke kampung halamannya. Sehingga, kini hanya Ben (Chicco Jerikho) yang melanjutkan usaha mereka.

Jody, di kampung halamannya, aktif membela kelompok petani yang lahannya diserobot sebuah perusahaan. Ia dibantu beberapa warga Desa Wanareja untuk melawan komplotan pembalak Aa Tubir (Yayan Ruhian), untuk merebut kembali tanah mereka yang di rampas.

Film Ben & Jody (2022)Foto: (Arsip Visinema via Twitter @benjodyfilm)
Para warga Desa Wanareja yang sempat mengadang Ben dalam film Ben & Jody (2022).

Pada saat yang sama, Ben akan membuka konsep baru Filosofi Kopi dan mengundang Jody dalam acara peluncurannya. Namun, Jody tidak hadir. Sehingga, Ben mencari keberadaan sahabatnya itu.

Jody ternyata disekap para pembalak liar. Ben langsung bergegas menuju Desa Wanareja untuk menyelamatkan sahabatnya.

Di tengah perjalanan, Ben dihalangi beberapa warga DesaWanareja yang curiga dengan kehadirannya. Mereka adalahRinjani (Hana P. Malasan),Tambora (AghninyHaque), Jago (RezaHilman), dan Musang (MuzakkiRamdhan).

Mereka membawa Ben ke desa dan menginterogasinya. Setelah menjelaskan maksud kedatangannya, Ben bergabung dengan warga Wanareja dalam pertarungan hidup mati melawan para mafia tanah.

Film Ben & Jody mengusung genre laga. Hal ini berbeda dengan dua film sebelumnya yakni Filosofi Kopi (2015) dan Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017) yang mengusung genre drama.

Sinopsis Ben & Jody mengisahkan dua sahabat yang bertarung bersama warga melawan mafia tanah. Ben & Jody tayang 27 Januari di bioskop.

Rio Dewanto dan Chicco Jerikho mengaku sengaja mengusung genre aksi dalam film baru tersebut agar berbeda dari dua film sebelumnya.

Setelah melalui proses diskusi, Rio, Chicco, dan sutradara Angga Dwimas Sasongko akhirnya memutuskan untuk mencoba genre aksi. Tak hanya itu, mereka juga mengubah judul filmnya menjadi Ben & Jody.

“Sebenarnya kita memang sengaja, saya, Rio [Dewanto] dan Angga [Dwimas Sasongko] ingin men-challenge diri kita,” kata Chicco Jerikho dalam jumpa media pada Jumat (14/1).

Kendati demikian, film ini disebut tidak meninggalkan ciri khas film Filosofi Kopi yang kerap mengangkat isu sosial.

Rio mengatakan bahwa Ben & Jody kali ini berbicara tentang isu agraria yang disebut lebih penting daripada sekedar membahas kopi.

Warna baru yang diusung film Ben & Jody disebut Rio dan Chicco juga sebagai bentuk penghormatan untuk mendiang Glenn Fredly. Glenn disebut Chicco sempat meminta dirinya, Rio, dan Angga untuk membuat kisah Ben dan Jody yang baru.

Selain Rio Dewanto dan Chicco Jerikho, film ini juga dibintangi beberapa artis lain seperti, Yayan Ruhian, Hana P. Malasan, Luna Maya dan Aghniny Haque.

(red/cnn-indonesia)

No More Posts Available.

No more pages to load.