Sinopsis Harriet, Film Biografi Aktivis Perbudakan Amerika Serikat

oleh -5 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Harriet merupakan film biografi Amerika Serikat yang dirilis perdana pada 2019.

Film ini mengangkat kisah perjuangan Harriet Tubman, perempuan mantan budak sekaligus aktivis yang menentang perbudakan di Amerika Serikat.

Film Harriet pertama kali ditayangkan di ajang Festival Film Toronto dan mendapat respon positif dari kritikus.

Khususnya untuk akting apik Cynthia Erivo yang memerankan tokoh Harriet Tubman dalam film ini.

Film Harriet dijadwalkan akan tayang di HBO mulai Sabtu (30/1/2021).

Berlatar waktu tahun 1840, film Harriet berkisah tentang Minty Ross (Cynthia Erivo) yang belum lama menikah dengan pria merdeka bernama John Tubman (Zackary Momoh).

Minty sendiri masih berstatus budak dari Gideon Brodess (Joe Awyn) bersama ibu dan beberapa saudara perempuannya.

Ayah Minty (Ben Ross) yang juga seorang pria merdeka mencoba menuntut hak istrinya untuk dibebaskan dari statusnya sebagai budak.

Baca Juga  Kerukunan beragama, Pemprov Maluku bangun perkampungan multietnis

Menurut surat perjanjian, istri dan anak-anaknya seharusnya bebas saat usia istrinya telah mencapai 45 tahun, tapi Gideon dan keluarganya melanggar perjanjian ini.

Gideon mengatakan bahwa ibu Minty dan anak-anaknya akan selamanya menjadi budak.

Minty tidak bisa menerima hal ini, ia pun mencoba melarikan diri untuk mencari kebebasan.

Minty berlari menyusuri hutan dan ladang selama berhari-hari untuk meninggalkan daerah tempat tinggalnya.

Dalam pelariannya, Minty harus menghindari kejaran anjing dan empat orang pria yang mencoba menangkapnya.

Pelarian Minty membuahkan hasil. Ia sampai di Philadephia setelah menyusuri jalur kereta api bawah tanah.

Sampai di Philadephia, Minty bertemu dengan William Still (Leslie Odom), seorang abolisionis dan penulis yang menyarankan untuk mengganti nama.

Baca Juga  Gubernur Maluku Gandeng Bupati/Walikota Temui Menhub Bahas Proyek Strategis

Minty kemudian mengganti namanya menjadi Harriet Tubman yang ia ambil dari nama depan ibu dan nama belakang suaminya.

Dengan nama barunya ini dan bantuan organisasi pimpinan William, Harriet mencoba membebaskan ibu dan saudaranya dari perbudakan.

Tak hanya ibu dan saudaranya, Harriet bahkan membuat sebuah pergerakan besar untuk menyelamatkan lebih banyak warga kulit hitam dari perbudakan.

Bagaimana kelanjutan kisah Harriet dalam memerangi praktik perbudakan di Amerika Serikat?

Simak selengkapnya dalam film Harriet yang akan segera tayang di HBO.

(red/kompas.com)